Jakarta

Ini Dia Sosok Guru yang Dituding Jadi Penyebab Ratusan Siswa Eligible Gagal Masuk SNBP, Rupanya Gemar Buat Konten di Sekolah

Titania Isnaenin | 6 Februari 2025, 18:51 WIB
Ini Dia Sosok Guru yang Dituding Jadi Penyebab Ratusan Siswa Eligible Gagal Masuk SNBP, Rupanya Gemar Buat Konten di Sekolah

 

AKURAT JAKARTA -  Gagalnya ratusan siswa eligible di Mempawah, Kalimantan Barat untuk mengikuti jalur seleksi berdasarkan prestasi atau SNBP masih ramai diperbincangkan publik.

Pasalnya, netizen mulai menyoroti sosok sang guru yang belakangan ramai dituding jadi penyebab kegagalan siswa SMAN 1 Mempawah.

Sosok guru bernama Febrini diketahui lalai menginput PDSS hingga habis tenggat waktu yang ditentukan yakni pada 31 Januari 2025 lalu.

Akibatnya, sebanyak 113 siswa eligible SMAN 1 Mempawah kehilangan kesempatan emas untuk mendaftar kuliah tanpa jalur tes.

Baca Juga: Menteri PU: Progres Pembangunan IKN 2025 Mandek, Tak Ada Anggaran

Kepala SMAN 1 Mempawah, Endang Superi Wahyudi sendiri juga telah membenarkan bahwa keterlambatan finalisasi menjadi penyebab gagalnya proses pendaftaran para siswa eligible di portal SNPMB.

Ia menyebut beberapa siswa saat penginputan terjadi keterlambatan yang membuat sistem otomatis ditutup setelah masuk due date.

"Kronologinya, saat penginputan finalisasi terjadi keterlambatan untuk beberapa siswa. Ketika waktu habis, sistem otomatis menutup akses, sehingga tidak bisa difinalisasi," ungkapnya, pada Rabu (5/2/2025).

Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial, penyebab gagalnya penginputan PDSS disebabkan oleh bencana banjir.

Beberapa guru nampak berdiri dan mengklarifikasi bahwa keterlambatan tersebut juga didorong oleh faktor banjir.

"Siapa yang mendatangkan banjir?" kata seorang guru yang viral di media sosial TikTok.

Mendengar kegaduhan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pun kemudian merespons adanya kendala finalisasi PDSS akibat faktor cuaca dan bencana alam.

Baca Juga: Demi Hemat Anggaran, Gaji 13 dan 14 ASN Bakal Dihapus, Begini Respon Kemenkeu

Menurutnya kendala seperti itu menjadi salah satu faktor yang tidak bisa dihindari sehingga Mendikdasmen memberikan kesempatan kedua bagi sekolah yang belum berhasil melakukan finalisasi.

 

"Kami sudah memberikan layanan kepada sekolah-sekolah yang belum bisa mengunggah itu untuk dapat mengunggah, dan kami berikan kesempatan. Tapi tentu saja kesempatan itu kami berikan untuk sekolah-sekolah yang mengajukan kepada kami," kata dia.

"Karena memang unforce error itu tidak bisa dihindari dan kami tidak menutup mata terhadap realitas itu dan sudah kami layani dengan sebaik-baiknya lewat sistem yang sekarang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," lanjutnya.

Baca Juga: The Power of Netizen! PT Timah Akhirnya Resmi Pecat DCW Imbas Ejek Pegawai Honorer di Media Sosial

Adapun dari arahan tersebut, Panitia SNPMB 2025 telah memberikan kesempatan bagi 373 sekolah yang belum melakukan finalisasi PDSS, sehingga siswa eligible dapat mengikuti proses seleksi SNBP.

"Hingga tanggal 4 Februari 2025, pukul 15.00 WIB, sekolah yang difasilitasi sebanyak 228 sekolah dari total 373 sekolah," kata Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025.

 

Sosok Febrini Disorot Netizen Karena Gemar Bikin Konten

Bukan netizen jika tak mengorek hal yang sedang viral di media sosial.

Sosok guru bernama Febrini yang menjabat sebagai Wakil Kepada SMAN 1 Mempawah disebut gemar membuat konten usai aktivitas media sosialnya disorot muridnya sendiri.

Akun media sosial @febrinihubiy3 terlihat aktif membagikan konten di media sosial sebelum pada akhirnya akun tersebut hilang karena banjir hujatan.

Febrini disebut-sebut lebih senang ngonten dibanding melaksanakan tugasnya menjadi guru.

Beberapa video memang terlihat Febrini membuat konten saat berada di sekolah.

"Banyak netizen komen, gurunya kebanyakan main tiktok. Setelah kutelusuri ternyata bener Nama beliau Bu Febrini, selaku Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMA Negeri 1 Mempawah," tulis akun @tukangbedah**

"Nah kan pantes kerja tugasnya terabaikan, ini wakakurikulum ya," timpal @C_D33*

"Sekalipun gak ada kasus, gue paling gak respek sama guru yang tiktokan di sekolah," komen @puddled**.(*)

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.