Nasib Ratusan Murid Eligible Gagal Daftar SNBP Karena Kelalaian Guru

AKURAT JAKARTA - Viral, ratusan pelajar kelas XII SMAN 1 Mempawah, Kalimantan Barat, mendemo guru yang disebut lalai mengakomodir para siswa untuk mendaftar kuliah melalui jalur tanpa tes.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 3 Februari 2025 dimana para siswa siswi menuntut pertanggung jawaban pihak sekolah yang lupa mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) yang menjadi awal mula dalam proses seleksi tersebut.
Adapun menurut laporan, sebanyak 113 pelajar SMAN 1 Mempawah gagal mengikuti SNBP atau Seleksi Nasional Berbasis Prestasi.
Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan pertanggung jawaban berupa dua solusi kepada pelajar eligible yang merasa dirugikan.
Pertama pemberian bimbingan belajar secara gratis selama 3 bulan hingga meminta bantuan kepada admin pusat SNPMB.
"Secara pribadi saya meminta maaf kepada para siswa atas kelalaian saya, untuk itu solusi yang kami berikan dan kami sudah berdiskusi bahwa sekolah akan membiayai untuk siswa eligible mengikuti bimble GO yang akan dibiayai sekolah selama 3 bulan," kata Febrini selaku guru SMAN 1 Mempawah.
"Solusi kedua kami akan berangkat ke Jakarta untuk pengunjungan ke admin pusat," lanjutnya lagi.
Sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di SMKN 2 Surakarta.
Dimana ratusan siswa juga menggelar aksi demo di halaman sekolah pada Senin (3/2).
Menurut keterangan salah satu siswi, pihak sekolah menyatakan gagal menyelesaikan finalisasi PDSS bagi siswa eligible untuk mendaftar SNBP.
Padahal, menurut Nayla pihak sekolah mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan registrasi tersebut.
Beberapa pelajar bahkan mengaku sudah mengingatkan sebelum tenggat waktu yang ditentukan.
Namun dengan alasan jaringan, ratusan pelajar dinyatakan gugur mengikuti seleksi SNBP.
“Bisa dibilang sekolah lalai ya. Kan dari tanggal 6 sampai 31 Januari 2025, tapi tidak diregistrasi. Sebelumnya juga tahu kalau eligiblenya tanggal 24, tapi dikerjakan tanggal 30 jadi sampai batas waktu tidak selesai, dikasih waktu lagi tapi tetap tidak selesai. Alasannya ya karena jaringan itu. Akhirnya semua tidak bisa daftar,” jelasnya.
Lantas bagaimana nasib pelajar yang sekolahnya gagal melakukan finalisasi PDSS? Apakah bisa diperpanjang?
Menurut Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025, Eduart Wolok ia menjelaskan bahwa kelalaian administratif tidak bisa dilakukan perpanjangan.
Sebab katanya, perpanjangan finalisasi PDSS dapat mempengaruhi proses seleksi tahap berikutnya bagi siswa eligible yang berhak masuk PTN tanpa jalur tes.
"Sampai hari ini saya masih banyak menerima permintaan untuk perpanjangan PDSS. Sekali lagi itu tidak bisa kita lakukan karena itu berkaitan dengan tahapan jadwal yang sudah akan kita tempuh pada tahapan berikutnya," tegasnya saat Sosialisasi Mekanisme Pendaftaran SNBP 2025. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






