Viral di Medsos! Bocah Perempuan 5 Tahun di Jakarta Timur Tewas Diduga Akibat Dirudapaksa Ayah Kandung, Begini Kata Polisi

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial seorang bocah perempuan berusia 5 tahun, meninggal dunia setelah diperkosa atau dirudapaksa ayah kandung.
Dalam postingan di media sosial tersebut dikatakan bahwa peristiwa keji itu terjadi di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dinarasikan bahwa korban diduga diperkosa ayah kandung sendiri hingga mengalami pendarahan dan demam. Korban sempat mengeluhkan sakit di bagian kemaluan.
Korban sempat dirawat di rumah sakit, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Terkait kebenaran kabar tersebut, Polres Metro Jakarta Timur sedang melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Jaktim, AKBP Armunanto Hutahaean, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait peristiwa tersebut.
Namun polisi belum bisa menyimpulkan, karena masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
"Kami mendapat info dari RSUD Pasar Rebo tentang adanya anak meninggal dunia. Untuk penyebab meninggalnya kami masih menunggu hasil autopsi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," katanya.
Armunanto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ayah korban yang disebut sebagai terduga pelaku.
"Ayah korban kami sudah mintai klarifikasi. Sudah ada beberapa saksi yang sudah kita mintai keterangan, masih penyelidikan,” katanya.
Untuk mengetahui dan memastikan penyebab kematian korban, polisi masih menunggu hasi autopsi.
“Kami masih menunggu hasil dari autopsi. Kami belum tahu, masih nunggu hasil autopsi dulu, ya. Nanti kalau sudah terang kita (sampaikan),” jelasnya.
Hal senada ditegaskan Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly. Polres Metro Jakarta Timur masih menunggu hasil autopsi terkait penyebab kematian dari bocah perempuan berusia 5 tahun di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
"Sampai saat ini kami, anggota kami bekerja dengan keras untuk membuktikan yang bersangkutan apakah benar merupakan korban rudapaksa dan siapa pelakunya," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Senin (9/12/2024).
Namun hingga saat ini, lanjut Nicolas Ary, pihaknya belum menerima hasil lengkap autopsi dari kedokteran. "Sampai saat ini kita belum menerima hasil autopsi lengkap," ujarnya.
Dia menjelaskan, kelengkapan hasil pemeriksaan berupa autopsi dari pihak rumah sakit sangat penting, guna memperkuat keyakinan penyebab dari meninggalnya korban.
Hasil autopsi juga akan menjelaskan apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan korban meninggal.
"Terkait untuk meyakinkan kita dulu bahwa apakah korban itu benar-benar meninggal karena penyebab oleh rudapaksa atau ada meninggal karena penyakit ataupun yang lain," jelas Nicolas.
Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Langsung Gambir-Semarang, 833.495 Tiket Libur Nataru Habis
Dia pun meminta seluruh pihak ikut menunggu hasil pemeriksaan dari kedokteran yang akan disampaikan kepolisian.
"Jadi saya memohon kepada seluruh rekan-rekan untuk menunggu hasil resmi dari ahli, baru setelah itu kita melakukan langkah-langkah penyelidikan selanjutnya," imbuhnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






