Kesaksian Warga dan Keterangan Kapolrestabes Semarang Bertolak Belakang, Diduga Oknum Polisi Tembak Mati Siswa SMK karena Sakau hingga Ancam Korban

AKURAT JAKARTA - Kasus dugaan penembakan terhadap siswa SMK 4 Semarang masih menyita perhatian Netizen.
Dalam kasus penembakan yang memakan tiga korban siswa SMK, 1 diantaranya meninggal dunia akibat luka tembak di bagian pinggul.
Polemik baru muncul ketika kesaksian warga bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan pihak polisi.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menerangkan jika penembakan tersebut berkaitan dengan adanya aksi tawuran antar geng di Semarang Barat.
"Peristiwa ketiga yang terjadi di Semarang Barat itu kita melakukan pemeriksaan terhadap 12 anak-anak yang terlibat, 4 diantaranya sudah kita tetapkan sebagai tersangka," terang Kombes Pol Irwan.
Aksi tawuran yang terjadi melibatkan geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok.
Baca Juga: Siapa Pelaku Penembakan Siswa SMK di Semarang hingga Tewas? Diduga Seorang Oknum Polisi
Ketika sedang melakukan tawuran, polisi pun datang dan terjadi aksi penembakan tersebut.
"Korban ini kebetulan anggota dari geng Tanggul Pojok yang saat ketika dua gangster ini melakukan tawuran, muncul anggota polisi," kata Kombes Pol Irwan dikutip dari akun X @Jateng_Twit pada Selasa, 26 November 2024.
Disisi lain seorang warganet menerangkan jika kejadian tersebut diduga karena oknumpolisi sedang sakau usai pesta narkotika hingga menembaki siswa sekolah.
Melansir dari postingan Facebook Rahman yang membagikan tangkapan layar dari sebuah grup menerangkan jikaada oknum polisi yang tengah sakau hingga menembaki siswa SMK.
“Tadi sore katanya ada gerombolan polisi sakaw usai pesat narkoba. Buat rusuh nembaki anak-anak di daerah Sampokong Semarang,”
“Katanya polisinya langsung melarikan diri ada 5 orang membawa pistol dan pakai baju dinas,” tulis keterangan tersebut.
Korban penembakan siswa tersebut diduga ada tiga orang diantaranya GRO (16) kelas 11 jurusan teknik mesin yang telah meninggal dunia , S (16) kelas 11 jurusan teknik tenaga listrik dan A (17) kelas 12 jurusan teknik tenaga listrik.
Baca Juga: Kabar Duka, Calon Wakil Bupati Meninggal Dunia Sempat Sesak, Dua Hari Jelang Pencoblosan
Kesaksian lainnya diungkapkan pengguna X @Pandugaid melalui cuitannya.
Ia menerangkan bahwa beberapa oknum polisi pelaku penembakan itu diduga mendatangi rumah korban siswa selamat untuk mengintimidasi korban agar tidak menyebarkan informasi ke publik.
"Ada beberapa polisi berpakaian preman mendatangi rumah tinggal siswa yang selamat,"
"Diduga polisi mengintimidasi korban selamat agar tak berbicara ke publik terkait kronologi sebenarnya," tulis cuitan tersebut.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kebenaran dibalik kasus penembakan siswa SMK Semarang yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









