Berawal Dari Rasa Nyaman,Oknum Guru Mesum Dengan Murid Rupanya Sudah Dilakukan Berkali-kali

AKURAT JAKARTA - Licik, pelaku gunakan modus operandi untuk dekati siswi agar bisa disetubuhi.
Pria berinisial DH (57) alias guru bahasa indonesia di Madrasah Aliyah Gorontalo memanfaatkan situasi dari korban yang masih dibawah umur untuk sebuah keuntungan.
Modus tersebut dilakukan dengan mengambil hati korban agar bisa merasa nyaman dan tak terancam ketika didekati pelaku.
"Modus operandi adalah hubungan asmara, karena yang bersangkutan merasa tersangka mengayomi, membantu juga, jadi korban siswi merasa nyaman," tutur AKBP Deddy Herman dalam konferensi pers di Polres Gorontalo pada Rabu (25/9)
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan P Diddy Sangat Berpengaruh Didunia Industri Hollywood
Modus untuk menyetubuhi korban dengan menggunakan rasa nyaman itu lantas terbukti dari cuplikan video mesum yang viral.
Nampak korban berinisial PPT begitu nyaman saat berhubungan badan dengan DH.
DH bahkan mengaku jika perbuatannya itu sudah dilakukan berkali-kali sejak tahun 2022.
"Kronologis kejadian bahwa pada awal tahun 2022 korban sudah memang menjalani hubungan dekat dengan tersangka DH," ujarnya lagi.
Saat gelaran konferensi pers itu, pihak kepolisian pun tak mendapati modus lain yang mendorong aktivitas seksual korban dan pelaku selain "suka sama suka".
"Tidak tidak ada alasan lain, memang suka sama suka, perhatian lebih udah itu aja," pungkasnya.
Lebih lanjut, polisi juga sempat membahas terkait kepentingan video mesum yang yang sengaja direkam oleh teman korban.
Adapun pihak kepolisian menyebut alasan utama pelaku perekaman adalah untuk melaporkan kepada istri oknum guru.
"Alasan pengambilan video untuk memberitahukan kepada istri oknum tersebut," tuturnya.
Terkait pelaku perekaman video yang melibatkan perempuan dibawah umur, pihak kepolisian masih akan menindak lanjuti kasus itu apakah nantinya pelaku perekaman akan diberikan sanksi ataukah tidak.
AKBP Deddy Herman kemudian menyebut bahwa pelaku perekaman adalah teman korban namun beda sekolah.
"Iya betul, berbeda sekolah dari korban tapi berteman, teman baik. Kalau tidak teman baik tidak mungkin bisa menyediakan tempat tinggalnya," ujar Deddy lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








