Jakarta

HATI-HATI! Modus Buka Lowongan Kerja, Penipu ini Pakai Data Pribadi Pelamar untuk Pinjol, Jumlahnya Capai Rp 1,1 Miliar

Sastra Yudha | 9 Juli 2024, 20:41 WIB
HATI-HATI! Modus Buka Lowongan Kerja, Penipu ini Pakai Data Pribadi Pelamar untuk Pinjol, Jumlahnya Capai Rp 1,1 Miliar

AKURAT JAKARTA - Peringatan! Hati-hati para pelamar kerja. Jangan sampai menjadi korban penipuan. Seperti yang terjadi di Jakarta Timur ini.

Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengungkap modus penipuan dengan dalih membuka lowongan kerja.

Namun ternyata, data pribadi pelamar kerja itu justru digunakan untuk pinjaman online (Pinjol).

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan pihaknya telah menangkap pelaku inisial R (40).

Baca Juga: BRI Dinobatkan Sebagai Bank Persero Dengan Kinerja Terbaik Pada Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024

Dalam aksinya, pelaku R mengaku sebagai penyalur tenaga kerja di Counter HP Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

Setelah ada pelamar kerja, pelaku meminta KTP asli dan foto selfie pelamar dengan memegang KTP asli.

Rupanya, KTP asli dan foto selfie pelamar dengan memegang KTP asli itu digunakan pelaku R untuk meminjam uang di aplikasi Pinjol.

Berdasarkan penyelidikan polisi, sejauh ini sudah ada 26 pelamar kerja yang menjadi korban. Total pinjaman di Pinjol pun tak main-main, mencapai Rp 1,1 miliar.

Nicolas menjelaskan, kasus ini terungkap berkat laporan korban inisial ML (31) ke Polres Metro Jakarta Timur, pada 5 Juni 2024.

"Terlapor dalam hal ini Sdr R. Melakukan modus operandi berupa sebagai penyalur tenaga kerja di sebuah Counter HP Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur," ungkap Nicolas, pada Selasa (9/7/2024).

Baca Juga: Grup Musik Pop Asal Inggris 'Take That' Akan Kembali Tampil di Jakarta, Catat Tanggal dan Harga Tiketnya

Dalam kasus ini, lanjut Nicolas, terlapor R yang merupakan karyawati gerai jual beli handphone tersebut, sudah memanfaatkan 26 data pribadi pelamar kerja untuk pinjaman online.

"Untuk jumlah kerugian sekitar Rp 1,1 Miliar," terang Nicolas.

Nicolas menjelaskan, sesuai dengan pemeriksaan para saksi, saat ini diketahui bahwa pelaku R melakukan perbuatan penipuan tersebut seorang diri.

"Sampai saat ini korban yang teridentifikasi oleh penyelidik sebanyak 26 orang dan belum ada penambahan," pungkasnya.

Sementara itu, korban ML mengungkapkan, aksi kejahatan itu dilakukan oleh karyawan counter HP di PGC berinisial R.

Awalnya, para korban yang berjumlah 26 orang tersebut, dijanjikan pekerjaan dengan syarat menyerahkan KTP asli dan handphone miliknya, bersamaan dengan surat lamaran kepada pelaku R.

Selain itu, para pelamar kerja juga diminta foto selfie dengan memegang KTP. Namun rupanya, data para pelamar kerja itu dipakai R untuk mengajukan pinjaman online.

Baca Juga: SAKSIKAN! Konser Gratis Lyodra di TangCity Mall pada 28 Juli 2024, Simak Detil Acara, Lokasi dan Waktunya di Sini

Kemudian tanpa seizin dan sepengetahuan dari para korban, ternyata pelaku R juga telah menginstal aplikasi Pinjol di handphone milik para korban.

"Tiba-tiba ada transaksi tagihan pinjaman online dan kredit online, seperti ShopeLater, Adakami, Home Kredit, Kredivo, Akulaku dan lainnya," katanya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.