RAMAI ISU PEMAKZULAN JOKOWI, Ini Kisah Detik-detik Mencekam Menjelang Pelengseran Gus Dur dari Kursi Presiden RI

AKURAT JAKARTA - Ramai isu tentang Pemakzulan Jokowi menjelang Pemilu Serentak 2024.
Wacana pemakzulan Presiden Jokowi diajukan sejumlah orang yang mengatasnamakan Petisi 100.
Aspirasi yang mengatas namakan rakyat ini disampaikan kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pada Selasa, 9 Januari 2024.
Isu pemakzulan Presiden Jokowi ini mengingatkan pada peristiwa pelengseran KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi Presiden.
Berikut kisah detik-detik pemakzulan Gus Dur, sebagaimana dilansir Akurat Jakarta dari kanal YouTube Aawan Story.
Banyak yang masyarakat membela Gus Dur saat dirinya hendak dilengserkan dari kursi kepresidenan, salah satunya yaitu Gus Muwafiq.
Gus Muwafiq menjadi garda terdepan dalam membela Gus Dur sesaat menjelang lengsernya Presiden RI keempat.
Gus Muwafiq yang dikenal 'Jadug' atau sakti diperintahkan Gus Dur untuk menahan para pendekar yang ingin membela Gus Dur.
Namun Gus Dur menilai ini akan sangat berbahaya karena bisa menimbulkan pertumpahan darah antar saudara satu bangsa, hingga Gus Dur memerintahkan Gus Muwafiq untuk menahan mereka.
Menjelang penurunan Gus Dur dari kursi presiden pada tahun 2001 silam, muncul banyak sekali pasukan pembela Gus Dur yang tersusun atas banyak pendekar dari berbagai perguruan silat di Indonesia.
Masing-masing pendekar dengan latar belakang ilmu sakti yang dimiliki para pendekar ini berbeda-beda.
Mereka datang ke Jakarta untuk membela Gus Dur, sesuai kemampuan ilmu silat sakti mereka miliki.
Gus muwafiq yang saat itu patuh kepada Gus Dur mendapatkan amanat untuk mengendalikan semua pendekar yang hadir, agar tidak terjadi rusuh.
Karena Gus Dur yakin jika terjadi kisruh di Jakarta akan berpotensi menjalar ke berbagai daerah lainnya.
Sehingga Gus Dur memerintahkan Gus muwafiq untuk menahan para pendekar itu bagaimanapun caranya. Meskipun Gus Dur sendiri yang nantinya turun tahta
Walau Gus muwafiq sendiri seorang pendekar, tugas berat mendekati para pendekar dari berbagai perguruan bukan perkara yang gampang.
Hal ini karena mereka mempunyai jurus dan kesaktian khas masing-masing perguruan yang tidak akan bisa disatukan dalam hitungan hari.
Gus Muwafiq pun dalam kondisi kebingungan mengatakan bahwa, "Permasalahan parlementer tidak dapat diselesaikan dengan demonstrasi ekstra dan menggunakan ilmu dan kesaktian."
Akhirnya Gus muwafiq harus memeras otak mencari cara agar ratusan pendekar yang hendak membela Gus Dur tidak kecewa, dan dapat melampiaskan amarahnya.
Gus Muwafiq pun memerintahkan para pendekar itu untuk mengeluarkan kedigdayaan dan kesaktiannya.
Satu golongan pendekar dengan kesaktian mampu menyedot air, diijinkan untuk menyedot air kolam hingga kering kerontang.
Sebagian pendekar lainnya dengan kekuatan yang luar biasa, diperintahkan Gus Muwafiq untuk mencabuti pohon-pohon yang sangat besar.
Pendekar yang anti peluru dibelikan Gus Muwafiq mercon besar yang begitu banyak, untuk dijadikan atraksi oleh para pendekar.
Sebagian lainnya para pendekar yang memiliki ilmu silat dipersilahkan untuk maju melawan Gus Muwafiq sendiri
Dalam kesempatan itu Gus Muwafiq mampu menumbangkan 60 Pendekar sekaligus hanya dalam tiga jurus saja.
Hal itu dilakukan agar mereka mau mengurungkan niatnya, walaupun mereka sudah siap dengan nyawa.
Namun ada salah satu pasukan yang sulit dihentikan adalah pendekar yang dipimpin oleh Kiai dari Wonosobo.
Gus muwafiq mengatakan jika para murid Kyai Wonosobo tersebut yang datang ke Jakarta itu diberi bekal pasir satu karung, maka pasir itu bisa berubah menjadi api berskala besar.
Gus Muwafiq yang sudah merasa lelah menghadapi para pendekar Sakti tersebut akhirnya memutuskan untuk memberikan obat tidur yang dicampur dalam kopi.
Cara ini cukup ampuh dilakukan oleh Gus Muwafiq, hingga para pendekar ini tertidur hingga dua hari dua malam lamanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


