Jakarta

8 Fakta Tentang ADHD, Gangguan Mental yang Diidap Fuji Utami

Ani Nur Iqrimah | 3 Januari 2024, 14:27 WIB
8 Fakta Tentang ADHD, Gangguan Mental yang Diidap Fuji Utami

AKURAT.CO ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder, adalah gangguan neurobiologis yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk memperhatikan, mengendalikan impuls, dan mengelola energi yang tersisa.

Gangguan ini sering muncul pada masa kanak-kanak, meskipun beberapa individu mungkin tetap mengalami gejala hingga dewasa.

ADHD pun menjadi pembicaraan usai salah seorang publik figur Fujianti Utami Putri atau Fuji yang mengaku jika dirinya didiagnosis mengidap gangguan mental trsebut.

Baca Juga: Makan Sate Taichan Gak Perlu Lagi ke Senayan, Ini Resep ala Chef Willgoz Biar Bisa Dibikin di Rumah

Seperti diketahui, isu Fuji mengidap ADHD ini mendadak tersebar sejak akhir bulan Desember 2023 lalu saat menjalani sesi wawancara di pesta ulang tahun Baby L.

Kala itu, mantan pacar Thariq Halilintar ini mengklaim sempat didiagnosis mengidap ADHD oleh seorang psikolog.

Saat tahu mengidap ADHD, ia pun langsung mencari tahu. Ternyata ADHD yang diidapnya membuat ia kadang suka tidak fokus ketika berjalan dan cenderung pelupa.

Baca Juga: Fuji Utami Disebut Idap ADHD, Ini Penjelasan Tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Meski demikian, Fuji menganggap ADHD yang diidapnya bukan sesuatu buruk yang harus dikhawatirkannya.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD merupakan istilah medis untuk gangguan mental berupa perilaku impulsif dan hiperaktif.

Hal ini membuat seseorang kesulitan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu.

Baca Juga: Hafalin Lirik Lagu Pangeran Cinta - Dewa 19, Biasa Jadi Opening Saat Manggung di Konser Tunggal atau Festival

Beberapa ciri umum ADHD meliputi:

Kurangnya Perhatian

- Kesulitan mempertahankan fokus pada satu tugas atau aktivitas.

- Mudah teralihkan oleh stimulus eksternal.

Baca Juga: Resep Colek Seafood ala Khairul Aming yang Gurih dan Krispi, Cocok Disajikan Saat Kumpul Keluarga

- Sering terlihat lupa dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari.

Hiperaktivitas

- Sulit untuk duduk diam atau bersikap tenang.

- Cenderung gelisah dan sering bergerak tanpa henti.

Baca Juga: Rekor Nih! 10 Tahun Jadi Bupati Tangerang, Bang Zaki Raih 230 Penghargaan, Baik Nasional Maupun Internasional

- Kesulitan mengontrol impuls dan bertindak tanpa memikirkan konsekuensi.

Impulsivitas

- Kesulitan menunggu giliran.

- Kesulitan merencanakan dan mengevaluasi konsekuensi tindakan sebelum bertindak.

Baca Juga: Yuk Ketahui, Plus Minus Penggunaan Bensin Pertalite, Pertamax Hingga Pertamax Plus untuk Mobil Harian

- Rentan terhadap pengambilan keputusan impulsif

Berikut adalah beberapa fakta umum mengenai gangguang mental Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD:

1. Prevalensi

Baca Juga: Resep Nasi Goreng Merah Khas Makassar dari Chef Devina, Cepat dan Praktis!

ADHD adalah salah satu gangguan perkembangan yang paling umum pada anak-anak.

Sekitar 5-10% anak-anak di seluruh dunia diperkirakan memiliki ADHD.

Gangguan ini dapat terus berlanjut ke masa remaja dan dewasa.

Baca Juga: Single Alololo Happy Asmara Mantan Denny Caknan, Ini Lirik Lagunya

2. Gejala pada Anak-anaK

Anak-anak dengan ADHD mungkin sulit berkonsentrasi, impulsif, hiperaktif, dan kesulitan mengelola waktu.

Gejala dapat memengaruhi kinerja sekolah dan interaksi sosial.

Baca Juga: Ini Sederet Gebrakan Bang Zaki Saat Memimpin Kabupaten Tangerang,  Wajar Bila Banyak Daerah Lain yang Belajar ke Sana

3. Gejala pada Dewasa

Meskipun beberapa anak dapat "tumbuh" dari gejala ADHD, banyak orang dewasa tetap mengalami tantangan terkait perhatian dan impulsivitas.

Orang dewasa dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan dalam organisasi, tugas-tugas rutin, dan mempertahankan hubungan sosial.

Baca Juga: IIMS 2024 Bakal Digelar 15-25 Februari 2024, Catat Hal Baru yang akan Hadir di Tahun Ini, Lengkap Daftar Area Pameran

4. Faktor Risiko

Genetika berperan dalam risiko ADHD. Jika satu anggota keluarga memiliki ADHD, kemungkinan lainnya untuk mengalami gangguan ini bisa lebih tinggi.

Faktor lingkungan seperti paparan terhadap timbal atau merokok selama kehamilan juga dapat berkontribusi.

Baca Juga: Kumpulan Lirik Lagu Hits Denny Caknan, Biar Bisa Ikut Karaokean Bareng di Konsernya Nanti

5. Pentingnya Diagnosis Dini

Diagnosa ADHD biasanya dilakukan oleh profesional kesehatan mental berdasarkan observasi perilaku dan pemeriksaan klinis.

Diagnosis dini dan intervensi yang tepat dapat membantu anak-anak dan orang dewasa dengan ADHD mengatasi kesulitan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca Juga: Resep Soto Betawi Kuah Santan yang Gurih, Gampang Banget Buatnya di Rumah

6. Pengobatan dan Pengelolaan

Pengobatan ADHD melibatkan pendekatan yang holistik, termasuk terapi perilaku, dukungan pendidikan, dan dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan tertentu.

Terapi perilaku dapat membantu individu mengembangkan keterampilan pengorganisasian, manajemen waktu, dan strategi untuk meningkatkan fokus.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 3 Januari 2024, Libra Tetap Fokus pada Pekerjaanmu, Ingat Lagi Tujuanmu di Awal

7. Pentingnya Dukungan Keluarga dan Pendidikan

Dukungan dari keluarga, guru, dan lingkungan sosial sangat penting untuk membantu individu dengan ADHD meraih potensinya.

8. ADHD pada Dewasa Tua

Baca Juga: Ramalan Zodiak 3 Januari 2024, Aquarius Pilihan ada di Tanganmu yang Menentukan Kariermu Kedepannya

Meskipun ADHD sering kali diidentifikasi pada usia anak-anak, banyak orang tidak mendapatkan diagnosis hingga mereka dewasa.

Orang dewasa dengan ADHD mungkin menghadapi tantangan seperti kesulitan mempertahankan pekerjaan, masalah keuangan, dan hubungan yang sulit.

Memahami ADHD sebagai gangguan neurobiologis dapat membantu memecahkan stigma dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada individu yang terkena dampaknya.

Baca Juga: Jadwal Konser Gratis Denny Caknan selama Bulan Januari 2024, Simak Siapa Tahu Ada di Kota Kamu

Pengelolaan ADHD dapat mencakup pendekatan yang berfokus pada kekuatan individu dan lingkungan yang mendukung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.