Masjid Unik di Jakarta: Masjid Istiqlal Banyak Simbol Islam dan Kemerdekaan, Arsiteknya Umat Kristen (1)

AKURAT JAKARTA - Masjid Istiqlal menjadi kebanggan warga Indonesia dengan bangunannya yang megah dan menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara.
Masjid Istiqlal terletak di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat.
Masjid Istiqlal terletak dekat dengan pusat pemerintahan Istana Republik Indonesia.
Baca Juga: 10 Menit Jelang Pergantian Tahun Baru 2024, Ismail Tewas Kecelakaan Maut di Jalan Raya Juanda
Masjid Istiqlal menjadi salah satu situs cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Uniknya, menjadi simbol toleransi karena arsitek Masjid Istiqlal Friedrich Silaban beragama Kristen Protestan.
Friedrich memasukkan banyak simbol Islam dan kemerdekaan Indonesia di desain Masjid Istiqlal.
Salah satu contohnya, kubah masjid berdiameter 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.
Selain itu, ada ayat kursi yang melingkari kubah Masjid Istiqlal.
Masjid Istiqlal juga ditopang 12 tiang, sesuai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal.
Total ada lima lantai di Masjid Istiqlal yang melambangkan lima rukun Islam, jumlah salat wajib dalam sehari, juga jumlah sila dalam Pancasila.
Kemudian, terdapat menara setinggi 6.666 sentimeter di bagian luar masjid.
Angka itu merupakan keseluruhan jumlah ayat dalam Al-Qur'an.
Sejarah Masjid Istiqlal
Setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945, tercetus cita cita besar untuk membangun sebuah masjid yang dapat menjadi sebuah tempat kebanggan warga Jakarta.
Sekaligus tempat untuk beribadah sudah mengendap di hati warga Indonesia.
KH. Wahid Hasyim, Mentri Agama RI pertama dan beberapa Ulama mengusulkan untuk mendirikan Masjid yang mampu menjadi simbol bagi Indonesia.
Pada 1953, KH. Wahid Hasyim, selaku Mentri Agama RI pertama bersama H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan dan dibantu sekitar 200 tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman mengusulkan untuk mendirikan sebuah yayasan.
Pada 7 Desember 1954 didirikanlah yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut.
H. Tjokroaminoto menyampaikan rencana pembangunan masjid pada Ir. Soekarno dan ternyata mendapatkan sambutan hangat.
Dan akan mendapat bantuan sepenuhnya dari presiden Ir. Soekarno yang sejak 1954 oleh panitia diagkat menjadi kepala bagian teknik pembangunan Masjid Istiqlal.
Dan beliau juga menjadi ketua dewan juri untuk menilai sayembara maket Istiqlal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





