Sejarah Jakarta: Asal Usul Tanah Abang, Dari Tanaman Nabang dan Tanah Berwarna Merah

AKURAT JAKARTA - Membahas dan mengulik sejarah Jakarta memang tidak akan permah ada habisnya.
Nah, di sejarah Jakarta kali ini, Akurat akan membahas sebuah kawasan di Jakarta, yakni Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Penasaran bagaimana sejarah dan asal usul Tanah Abang? Yuk simak selengkapnya di bawah ini, ya!
Siapa yang tidak tahu Tanah Abang? Ketika mendengar kata itu, pasti gang terlintas adalah belanja dan pakaian.
Wajar, sebab di sana ada Pasar Tanah Abang yang merupakan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara.
Tanah Abang sendiri merupakan salah satu kecamatan di Jakarta Pusat. Kecamatan ini membawahi 7 keluruhan.
Jika melihat sejarahnya, ada banyak versi yang menceritakan kenapa kemudian kawasan tersebut dinamai Tanah Abang.
Pertama, konon, hingga akhir abad ke-19 kawasan itu bernama Nabang sendiri adalah jenis pohon yang tumbuh di atas bukit di kawasan tersebut.
Pada masa itu para kondektur angkutan umum sering meneriakkan “Nabang, Nabang, ayo Nabang.”.
Kemudian, dalam penulisan formal zaman Hindia Belanda, diberi partikel “De” sehingga menjadi De Nabang.
Penduduk sekitar menyebut “Tenabang” sebagai plesetan dari De Nabang. Lantaran dikira itu benar Tenabang, maka perusahaan jawatan kereta api pada tahun 1890 mencoba “meluruskan” dengan memberi nama Tanah Abang.
Versi lain mengaitkan Tanah Abang ini dengan pasukan Mataram yang menyerang Kota Batavia pada tahun 1628.
Dikisahkan, pasukan Mataram dulu melancarkan serangan ke arah kota melalui daerah selatan, yakni Tanah Abang.
Tempat tersebut digunakan sebagai pangkalan karena kondisinya yang berupa tanah bukit dengan daerah rawa-rawa dan ada Kali Krukut di sekitarnya.
Karena tanahnya yang merah, maka mereka menyebutnya “tanah abang” yang dalam bahasa Jawa berarti merah.
Nah itu tadi sekilas asal usul Tanah Abang. Kamu udah pernah belanja ke Pasar Tanah Abang belum nih? (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



