Tak Hanya Malam Hari, Shalat Istikharah Ternyata Juga Ada di Dua Waktu Ini

AKURAT.CO Shalat Istikharah biasa dilakukan umat Islam untuk mendapatkan kemudahaan dalam kondisi bimbang dengan berbagai perhitungan.
Melakukan shalat istikharah biasanya dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas kebimbangan dalam hal jodoh, pekerjaan, jual beli, dan berbagai permasalahan yang membutuhkan keputusan terbaik.
Untuk melakukan shalat istikharah banyak dianjurkan dan dilakukan pada sepertiga malam, namun perlu diketahui, jika ada dua waktu yang dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah.
Baca Juga: Tidak Hanya Sebagai Bentuk Apresiasi, Ini 8 Manfaat Tepuk Tangan yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Setidaknya ada tiga ketentuan waktu terbaik shalat istikharah, yaitu Waktu shalat istikharah bisa dilakukan pada pagi, petang dan malam.
Waktu shalat istikharah juga boleh dilakukan pada sepertiga malam, Selepas shalat tahajud boleh juga melaksanakan shalat istikharah.
Waktu yang dibenci atau dilarang melakukan sholat istikharah adalah setelah sholat Subuh hingga terbitnya matahari seukuran tombak, dan juga dilarang melakukan istikharah ketika matahari berada di tengah atau tengah hari, dan setelah sholat Ashar hingga Maghrib atau saat waktu terbenam matahari, maka diluar ketiga waktu itu boleh melaksanakan sholat istikharah.
Baca Juga: Mantap! Pemain Persija U-17 Rizky Padilah Jadi Top Skor di Nusantara Open 2023
Namun ada sebagian ulama berpendapat tentang waktu-waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat istikharah itu ada lima waktu.
Yaitu setelah sholat Subuh, sampai naiknya matahari setinggi tombak, dan ketika berdirinya waktu Zuhur (tengah hari) sampai bergesernya matahari, dan sesudah sholat Ashar, sampai terbenamnya matahari.
Baca Juga: Mengenal 10 Ragam Jenis Sajian Kopi, Lebih dari Sekedar Minuman
Sebagaimana diriwayatkan dari Abi Sa'id al khudri, ia berkata, Rasulullah bersabda:
لا صَلَاةَ بَعْدَ صَلاةِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، وَلا صَلاةَ بَعْدَ صَلاةِ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ
"Tidak ada sholat selepas sholat Ashar sehingga matahari terbenam, dan tidak ada sholat selepas Subuh sehingga matahari telah naik.” Baca Juga: Bacaan shalat tahiyat akhir sampai salam lengkap dengan doa
Dan diriwayatkan Imam Muslim dari Amr bin Abbas As Sulami berkata:
أَخْبِرْنِي عَنْ الصَّلاةِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلِّ صَلاةَ الصُّبْحِ، ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ، ثُمَّ صَلِّ، فَإِنَّ الصَّلاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَسْتَقِلَّ الظِّلُّ بِالرُّمْحِ، ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلاةِ، فَإِنَّ حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ، فَإِذَا أَقْبَلَ الْفَيْءُ فَصَلِّ، فَإِنَّ الصَّلاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ، ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ
“Tolong kabarkan kepadaku tentang sholat, maka Rasulullah SAW menjawab: kerjakanlah sholat subuh, kemudian jangan sholat ketika matahari sedang terbit sehingga dia meninggi, karena waktu tersebut sedang keluar dua tanduk setan, dan ketika itu orang-orang kafir sedang sujud (pada matahari). Kemudian jika matahari sudah meninggi, maka sholatlah, karena sholat pada waktu itu disaksikan dan dihadiri (oleh para malaikat) hingga pertengahan siang.
Tata Cara Shalat Istikharah
Buat Anda yang belum tahu tata cara shalat istikharah dapat mempelajarinya berikut ini.
- Membaca niat shalat istikharah
Berikut merupakan bacaan niat sholat istikharah.
Baca Juga: Jadwal One Way Jalur Bandung-Lembang, Polisi Gunakan Skema Cepat Cek Infonya di Sini
Usholli sunnatal istikharah rak'ataini lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."
- Takbiratul ihram, lalu baca doa iftitah dan surat Al Fatihah
- Pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah
Baca Juga: 10 Rekomendasi Parfum Aroma Kopi, Cocok untuk Pria atau Wanita
- Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kafirun
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud pertama dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Berdiri lagi melakukan rakaat kedua. Pada rakaat kedua usai membaca Al-fatihah
- Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas
- Dilanjutkan Ruku hingga tahiyat akhir dan salam
- Doa Setelah Shalat Istikharah
Setelah selesai shalat Istikharah, dianjurkan untuk membaca doa berikut, yang dikutip dari 'Nihayatuz Zain' karya Syekh Nawawi Banten:
"Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub."
"Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi."
"Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”
Arti doa setelah shalat Istikharah:
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu, dengan ilmu pengetahuan, dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan keMahaKuasaan-Mu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya, dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.
Baca Juga: PERHATIAN! Polda Metro Jaya Larang Konvoi Kendaraan di Malam Tahun Baru, yang Nekat Bakal Ditilang
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (Orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah.
Apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









