Sejarah Jakarta: Dari Sungai yang Banyak Ditumbuhi Tanaman Lilitan Menjadi Cililitan

AKURAT JAKARTA - Membahas dan mengulik sejarah Jakarta memang tidak akan permah ada habisnya.
Sebab, di ibukota banyak sekali tempat, budaya, bahkan kuliner yang penuh cerita.
Nah, di sejarah Jakarta kali ini, Akurat akan membahas sebuah kawasan di Jakarta, yakni Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur.
Penasaran bagaimana sejarah dan asal usul Kelurahan Cilitan? Yuk simak selengkapnya di bawah ini, ya!
Cililitan merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur.
Daerah ini terkenal dengan salah satu pusat perbelanjaan yaitu Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan terminal bus Cilitan.
Pada zaman dahulu kawasan Cilitan terbentang di antara Sungai Ciliwung dan Sungai Cipinang, namun kini sungai tersebut mulai terkikis dan sebagian sudah berganti jadi pemukiman warga.
Dilansir dari berbagi sumber, nama Cililitan diambil dari nama sebuah anak sungai Cipinang.
Cililitan sendiri berasal dari kata Ci dalam bahasa sunda yang berarti ‘air sungai’.
Kemudia, kata Lilitan adalah nama tumbuhan semacam perdu yang memiliki nama ilmiah Pipturus Velutinus Wedd.
Tanaman lilitan tersebut cukup banyak tumbuh di sepanjang sungai, sehingga daerah tersebut mulai disebut sebagai Cililitan.
Pada pertengahan abad ke-17 kawasan Cililitan merupakan bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, ketika masih dimiliki oleh Pieter van der Velde.
Seiring berjalannya waktu kemudian berubah menjadi Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, lapangan udara tersebut biasa disebut Lapangan Udara (vliegeld) Cililitan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






