7 Dampak Negatif Korban Bullying Yang Harus Diwaspadai, Dari Masalah Mental Hingga Balas Dendam

AKURAT JAKARTA - Akhir-akhir ini, kasus bullying atau perundungan marak terjadi di Indonesia. Mirisnya, kebanyakan bullying itu dilakukan di lingkungan sekolah. Dari lingkungan SD hingga SMA.
Seperti yang terjadi pada siswi SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, belum lama ini. Siswi kelas 6 inisial RY (13), tewas setelah melompat dari lantai 4 gedung sekolah. Diduga, korban nekat bunuh diri karena sering jadi korban bully.
Bullying merupakan satu di antara tindakan sangat tercela yang bisa melukai perasaan bahkan fisik orang lain. Biasanya pelaku bertindak semena-mena, tanpa tanggung jawab.
Pelaku bullying biasanya akan melukai secara verbal, fisik, maupun psikologis secara terus-menerus. Hal tersebut yang sering membuat korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya.
Baca Juga: Konser Akbar Musik Klasik Bakal Digelar di Monas, Gratis Loh! Catat Tanggal Mainnya
Dampak negatif dari bullying bisa merugikan korban secara berkepanjangan bahkan hingga dewasa.
Nah, berikut ini tujuh dampak negatif bullying bagi korban:
1. Memicu Masalah Mental
Dampak bullying bagi korban yang paling sering terjadi adalah memicu masalah kesehatan mental, seperti gangguan cemas, depresi, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD).
Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental ini biasanya dialami oleh korban dalam jangka waktu panjang.
2. Memiliki Rasa Khawatir Berlebihan
Menerima berbagai perilaku yang tidak seharusnya atau mendengar ucapan-ucapan buruk yang merujuk kepada korban, membuat diri korban merasa bahwa apa yang dikatakan oleh pelaku itu benar.
Dengan begitu, nantinya korban tidak dapat memahami dan mengenal dirinya sendiri sebagaimana mestinya. Korban juga menjadi khawatir berlebihan, sehingga sulit melakukan sesuatu dengan baik.
Baca Juga: Gegara Mau Jual Tanah Warisan, Kakek di Cimanggis Bersimbah Darah Ditusuk Anak Kandung
3. Penurunan Prestasi
Orang yang mengalami bullying biasanya akan kesulitan untuk memusatkan fokus dan konsentrasi untuk melakukan suatu pekerjaan.
Dengan begitu, korban bullying akan merasa enggan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, karena ingin menghindari tindakan penindasan yang dialaminya.
Bila dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut bisa berdampak pada penurunan prestasi.
4. Sulit Percaya dengan Orang Lain
Dampak bullying bagi korban yang tak boleh diremehkan adalah sulit percaya dengan orang lain. Saat seseorang menjadi korban bullying, mereka dapat makin sulit untuk memercayai orang lain di sekitarnya.
Menurut para ahli hal ini bisa membuat seseorang mengalami kegagalan saat berteman atau kesulitan untuk membangun hubungan dengan orang lain, bahkan mencari pasangan di masa depan.
5. Gangguan Tidur
Insomnia juga menjadi satu di antara dampak bullying bagi korban yang tak boleh diremehkan.
Alasannya, korban bullying sering kali mengalami stres berkepanjangan yang bisa menyebabkan hyperarousal, yaitu kondisi ketika tubuh menjadi sangat waspada sehingga mengganggu keseimbangan siklus tidur dan terjaga.
Baca Juga: Mulai 4 Oktober 2023 Besok, TikTok Shop Seller di Indonesia Resmi Ditutup
6. Tidak Bisa Menyatu dengan Orang di Sekitar
Satu di antara dampak bullying yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah kesulitan untuk menyatu dengan orang-orang di sekitar.
Anak maupun orang dewasa yang mengalami bullying, secara tidak langsung ditempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya.
Hal ini membuat korban bully menjadi sering merasa kesepian, terabaikan, dan berujung pada turunnya rasa percaya diri atau minder.
7. Berpikiran untuk Membalas Dendam
Ini adalah dampak bullying yang paling berbahaya. Sebab, korban mungkin memiliki pikiran untuk melakukan kekerasan pada orang lain untuk melimpahkan kekesalannya sebagai upaya balas dendam atas perundungan yang dialami. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




