Jakarta

Raih Emas Olimpiade Matematika Dunia, Siswa SD Ini Punya Strategi Jitu Hadapi Soal Sulit

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Oktober 2026, 06:30 WIB
Raih Emas Olimpiade Matematika Dunia, Siswa SD Ini Punya Strategi Jitu Hadapi Soal Sulit
Strategi Caleb di olimpiade matematika dunia patut dicontoh. - BPK Penabur

AKURAT JAKARTA - Menghadapi soal matematika yang sulit dalam waktu terbatas bisa membuat siapa pun merasa tertekan.

Namun, bagi Caleb Elias Dharmawirya, kunci untuk melewati tantangan tersebut bukanlah memaksakan diri menyelesaikan setiap soal secara berurutan, melainkan mengetahui kapan harus beralih ke soal lain.

Strategi sederhana ini ikut mengantarkannya meraih medali emas The 23rd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2026.

Caleb merupakan siswa kelas 6 SDK PENABUR Gading Serpong yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi internasional tersebut.

Ia bersaing dengan lebih dari 400 siswa sekolah dasar dari 23 negara dalam ajang yang digelar di Depok, Jawa Barat.

Prestasi tersebut menjadi hasil dari ketekunan Caleb yang telah menyukai matematika sejak kelas 1 SD.

Meski begitu, ia mengakui bahwa soal-soal dalam IMSO bukan tantangan yang mudah ditaklukkan.

"Soal-soal IMSO memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, sementara waktu pengerjaannya sangat terbatas," ungkap Caleb, dikutip dari laman BPK PENABUR, Minggu (18/10/2026).

Tidak terpaku pada soal yang sulit

Dalam kompetisi dengan batas waktu ketat, peserta bukan hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu mengambil keputusan dengan cepat.

Baca Juga: Jarum Suntik Bekas Bisa Membahayakan Nakes, Mahasiswa UMS Kembangkan Alat Pemusnah Portabel

Terlalu lama berkutat pada satu soal berisiko menghabiskan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menjawab soal lainnya.

Caleb menghadapi tantangan tersebut dengan strategi mengerjakan soal yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu.

Setelah menyelesaikan soal-soal tersebut, ia kembali mencoba soal yang sebelumnya terasa sulit.

"Saat saya menemui kesulitan dalam mengerjakan suatu soal, saya akan mengerjakan soal-soal lain yang saya rasa lebih mudah terlebih dahulu, lalu baru kembali ke soal-soal yang sulit," katanya.

Strategi itu menunjukkan pentingnya menentukan prioritas ketika menghadapi tekanan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.