Demi Arkeologi Benteng Batavia, MRT Jakarta Fase 2A Ubah Desain Terowongan Bawah Tanah

AKURAT JAKARTA — Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tidak hanya menjadi proyek modernisasi transportasi, tetapi juga misi penyelamatan sejarah.
Proyek yang menghubungkan Bundaran HI hingga Jakarta Kota ini harus melakukan perubahan desain struktural yang masif demi melindungi sisa-sisa Benteng Batavia yang ditemukan di bawah tanah.
Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional sekaligus Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A, Junus Satria Atmodjo, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap sejarah Jakarta.
"Ketika ditemukan struktur bagian bawah dari Benteng Batavia yang lainnya sudah rusak, kemudian MRT mengubah desainnya. Itu mahal dan susah, tetapi itu dilakukan. Kenapa? Karena MRT menghormati sejarah Jakarta," ujar Junus saat penyerahan temuan arkeologi di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (16/10/2026).
Bukan Pertama Kali Mengubah Rute
Komitmen MRT Jakarta dalam menjaga cagar budaya sebenarnya sudah terlihat sejak tahun 2022.
Kala itu, manajemen MRT harus membelokkan jalur terowongan (tunnel) dari arah Mangga Besar menuju Stasiun Kota.
Keputusan tersebut diambil setelah tim menemukan sisa tembok tua Batavia yang dikenal sebagai Pintu Besar.
Karena struktur tersebut memiliki nilai sejarah yang tak ternilai dan tidak mungkin dipindahkan, rekayasa desain jalur menjadi satu-satunya solusi terbaik.
Untuk mengantisipasi hal serupa, MRT Jakarta telah melibatkan tim ahli arkeologi sejak tahap penentuan desain dasar (basic design).
Selain itu, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta turut mendampingi penuh setiap penanganan benda bersejarah yang ditemukan selama konstruksi.
Dokumentasi Canggih 3D dan Temuan Saluran Air Terakota
Proses evakuasi dan pencatatan situs sejarah ini dilakukan dengan standar modern.
Project Management for Construction 2 MRT Jakarta, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa seluruh temuan arkeologi didokumentasikan menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi (3D scanning) dan fotogrametri.
Beberapa temuan monumental dalam proyek ini meliputi:
Saluran Air Terakota: Membentang luas dari kawasan Pintu Besar Selatan hingga area sekitar Stasiun Jakarta Kota.
Artefak Lepas: Ribuan fragmen keramik kuno.
Struktur Sungai: Temuan cerucuk kayu yang berkaitan erat dengan dinding sungai masa lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



