Jakarta

SMUP Unpad Gelombang 2 Dibuka, Verifikasi Dokumen Jadi Tahap yang Harus Diperhatikan

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 September 2026, 16:45 WIB
SMUP Unpad Gelombang 2 Dibuka, Verifikasi Dokumen Jadi Tahap yang Harus Diperhatikan
Pendaftaran S2-S3 Unpad masih panjang. - masuk-ptn.com

AKURAT JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Masuk (SMUP) pascasarjana gelombang 2 masih terbuka hingga 11 Januari 2027.

Meski waktu pendaftaran terbilang panjang, calon mahasiswa disarankan tidak menunggu hingga mendekati batas akhir.

Pasalnya, masuk program magister atau doktor di Unpad bukan hanya soal mengisi formulir dan mengunggah dokumen.

Ada proses verifikasi yang harus dilalui sebelum pendaftar dinyatakan eligible untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof Ir Anas, MSc, PhD, mengatakan meningkatnya minat calon mahasiswa membuat Unpad menyediakan beragam jalur dan skema seleksi.

Menurutnya, verifikasi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Dokumen seperti ijazah, transkrip, kartu identitas, sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) harus dipastikan memenuhi ketentuan.

"Yang paling penting adalah verifikasi. Pertama, verifikasi dokumen resmi seperti ijazah dan transkrip. Selain itu juga kartu identitas, serta sertifikat TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan TKBI (Tes Kemampuan Bahasa Inggris). Setelah eligible keluar, kemudian interview atau ujian prodi lainnya, baru penentuan kelulusan," ujarnya dikutip dari laman resmi Unpad, Sabtu (12/9/2026).

Jangan Menunggu hingga Januari

Panjangya periode pendaftaran bisa membuat calon peserta merasa masih memiliki banyak waktu.

Baca Juga: Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Premier League, 12 September 2026: The Eagles Bidik Kemenangan Beruntun

Namun, bagi pendaftar yang juga mengejar beasiswa, waktu tersebut justru sebaiknya dimanfaatkan sejak awal.

Anas menyarankan calon mahasiswa yang berencana mengikuti program seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) agar mendaftar lebih awal.

Dengan mendaftar lebih cepat, calon mahasiswa memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan dokumen, menjalani proses verifikasi, hingga mengikuti tahapan seleksi.

Artinya, batas pendaftaran 11 Januari 2027 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai target waktu untuk baru memulai proses.

Semakin dekat dengan tenggat, semakin sedikit ruang yang tersedia apabila terdapat dokumen yang perlu diperbaiki atau dilengkapi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.