Jakarta

Lulus UGM 3 Tahun 5 Bulan, Stanley Ungkap Strategi yang Tak Banyak Dipakai Mahasiswa

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 September 2026, 08:30 WIB
Lulus UGM 3 Tahun 5 Bulan, Stanley Ungkap Strategi yang Tak Banyak Dipakai Mahasiswa
Stanley lulus kuliah 3 tahun 5 bulan. - UGM

AKURAT JAKARTA - Lulus kuliah lebih cepat sering dianggap sebagai persoalan seberapa baik mahasiswa mengatur waktu.

Namun, Stanley Jeremy Hasea memiliki pendekatan berbeda.

Wisudawan tercepat Universitas Gadjah Mada (UGM) ini justru mengandalkan sequence management, yakni memastikan setiap tahapan akademik diselesaikan sesuai urutan dan waktunya.

Stanley berhasil menamatkan pendidikan sarjana dalam waktu 3 tahun 5 bulan pada wisuda program sarjana periode IV Tahun Akademik 2025/2026.

Waktu tersebut lebih singkat dibanding rata-rata lulusan sarjana yang menyelesaikan studi dalam sekitar 4 tahun 1 bulan.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Kebijakan Publik UGM itu mengatakan dirinya sejak awal tidak menjadikan lulus secepat mungkin sebagai tujuan utama.

Ia justru menetapkan batas waktu yang ingin dicapai sekaligus menjaga target akademiknya.

"Bukan time management, tetapi lebih ke sequence management. Secara akademis, di semester tujuh saya sudah bisa mengerjakan skripsi saja karena semester-semester sebelumnya saya sudah menyelesaikan semua perkuliahan," ujar Stanley dalam laman UGM dikutip Jumat (4/9/2026).

Stanley menetapkan 3,5 tahun sebagai batas maksimal masa studinya dan menargetkan IPK di atas 3,5.

Dengan pola tersebut, ia berusaha memastikan tidak ada tahapan akademik yang tertunda hingga mengganggu proses berikutnya.

Baca Juga: Sering Kentut Setelah Makan Sayur dan Kacang? Jangan Cepat Anggap Pencernaanmu Bermasalah

"Buat saya, sebenarnya bukan target secepat-cepatnya, tetapi paling lama 3,5 tahun," jelasnya.

Menariknya, perjalanan Stanley tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana.

Pada semester kelima, ia sempat berencana mengikuti program pertukaran mahasiswa.

Namun, rencana tersebut gagal karena persoalan administrasi.

Kegagalan itu justru membuka kesempatan lain.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.