Jakarta

Paviliun Raden Saleh TIM Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Gelar Pameran 100 Tahun Ali Sadikin

Laode Akbar | 3 September 2026, 11:08 WIB
Paviliun Raden Saleh TIM Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Gelar Pameran 100 Tahun Ali Sadikin
Para narasumber Jakpro Media Connect: Taman Ismail Marzuki Venue untuk Semua. (Ist)

AKURAT JAKARTA - Taman Ismail Marzuki (TIM) terus memperkuat perannya sebagai ruang seni dan budaya yang mempertemukan para seniman dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Selain menghadirkan pertunjukan dan berbagai kegiatan kebudayaan, TIM kini didukung fasilitas yang memungkinkan para seniman untuk berinteraksi, bertukar gagasan, berkolaborasi, hingga membangun jejaring.

Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut adalah Paviliun Raden Saleh (PRS). Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan para seniman yang datang dan berkegiatan di kawasan TIM.

Baca Juga: Menuju Munas X, HWK Gelar Rapimnas 2026 Bahas Peranan Politik Perempuan di Era Digital

Head of SBU TIM PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Anya Aprilia, mengatakan bahwa PRS dirancang dengan mempertimbangkan karakter TIM sebagai salah satu ruang berkumpul para seniman.

"PRS dirancang dengan memperhatikan karakteristik TIM sebagai salah satu ruang berkumpulnya para seniman. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan seniman dari luar Jakarta, bahkan dari luar negeri, mendapatkan tempat yang mendukung selama berkegiatan di kawasan TIM," ujar Anya di Jakarta, Rabu (2/8/2026).

Salah satu bentuk kolaborasi antara Jakpro dan para seniman diwujudkan melalui Pameran Seni Rupa "100 Tahun Ali Sadikin: Memoria dan Utopia Jakarta".

Pameran tersebut akan berlangsung di Selasar Nashar, Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 20 November hingga 10 Desember 2026.

Pameran yang dikuratori Syakieb Sungkar ini mengangkat semangat mengenang warisan sekaligus menggagas masa depan Jakarta sebagai kota seni dan budaya. Sebanyak 35 seniman dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Baca Juga: Tetap Lebih Murah! Burgman Berevolusi Menjadi New Suzuki Burgman 250, Desain Elegan Mewah, Performa Gahar 23 PS

Seniman TIM sekaligus panitia pameran, Seno Joko Suyono, mengatakan TIM kini telah berkembang menjadi ruang yang tidak hanya digunakan untuk menggelar pertunjukan, tetapi juga mempertemukan para pelaku seni dari berbagai wilayah.

"TIM saat ini bukan hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan dan menghubungkan para seniman, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari dunia internasional," ujar Seno.

Menurut dia, keberadaan berbagai fasilitas pendukung membuat TIM menjadi ruang yang lebih akomodatif bagi para seniman untuk berkarya, berdiskusi, hingga membangun jejaring.

"Bagi kami para seniman, TIM bukan sekadar gedung atau kawasan kesenian. TIM adalah ruang hidup tempat gagasan bertemu, karya tumbuh, dan kebudayaan Indonesia diperkenalkan kepada dunia," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.