Bulu Ayam dan Cangkang Telur Disulap Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Raih Medali di China

AKURAT JAKARTA - Bulu ayam dan cangkang telur biasanya berakhir sebagai limbah setelah bahan utamanya dimanfaatkan.
Namun, di tangan dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kedua material tersebut justru diolah menjadi bahan yang berpotensi digunakan dalam industri konstruksi.
Adalah Ariz Fantrio Larosa dan Muh Radjabani Umara Qalbian, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UMS, yang mengembangkan inovasi bernama Kercal.
Inovasi tersebut menggabungkan biomassa bulu ayam dan limbah cangkang telur menjadi panel dinding prefabrikasi.
Bukan hanya menawarkan alternatif material yang lebih berkelanjutan, Kercal juga dirancang memiliki kemampuan menyerap suara.
Inovasi tersebut kemudian membawa Ariz dan Radjabani meraih medali perak dalam 12th International Exhibition of Inventions di Guangzhou, China, pada 21-23 Agustus 2026.
Di balik penghargaan tersebut terdapat persoalan sederhana yang menjadi awal munculnya ide Kercal.
Tim melihat banyak limbah organik, termasuk bulu ayam dan cangkang telur, yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Dosen pembimbing sekaligus pendamping keduanya, Suharyani ST MT, mengatakan persoalan tersebut kemudian mendorong tim mencari cara agar material yang selama ini kurang bernilai dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki fungsi.
"Melalui inovasi tersebut, bulu ayam dan cangkang telur yang sebelumnya kurang bernilai guna diolah menjadi material arsitektur yang fungsional, estetis, dan lebih ramah lingkungan," tuturnya dikutip dari laman resmi UMS, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Sekolah Punya Waktu hingga 31 Agustus untuk Sinkronisasi Dapodik
Dalam pengembangan Kercal, cangkang telur digunakan sebagai salah satu bahan utama.
Sementara itu, serat bulu ayam dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan akustik panel.
Pemanfaatan bulu ayam tersebut bukan tanpa alasan.
Jaringan serat dan rongga udara internal pada material dikembangkan untuk membantu proses penyerapan suara.
"Kercal dikembangkan sebagai material panel akustik dengan memanfaatkan jaringan serat bulu ayam dan rongga udara internal untuk mendukung mekanisme penyerapan suara. Bentuk permukaan yang bergelombang juga dirancang untuk membantu penyebaran dan difusi gelombang suara," urainya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 3Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 4Prediksi Skor Fulham vs Hull City di Premier League, 17 Oktober 2026: Mampukah The Cottagers Mengakhiri Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse di Ligue 1, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Dominasi Les Violets?
- 6Prediksi Skor Newcastle United vs Aston Villa di Premier League, 17 Oktober 2026: Duel Kontras di St James' Park
- 7Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 8Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di La Liga, 17 Oktober 2026: Misi Tuan Rumah Hentikan Tren Kemenangan Los Colchoneros
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








