Cuma Boleh Pilih Satu, Begini Cara Menentukan Sekolah Kedinasan yang Tepat

AKURAT JAKARTA - Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 membuat sebagian lulusan SMA/sederajat mulai mencari strategi agar peluang diterima semakin besar.
Salah satunya dengan berpikir untuk mendaftar di dua sekolah kedinasan sekaligus.
Namun, strategi tersebut tidak dapat dilakukan.
Dalam satu periode seleksi, calon peserta hanya diperbolehkan memilih satu sekolah kedinasan melalui portal SSCASN BKN.
Artinya, peserta tidak bisa menjadikan sekolah kedinasan lain sebagai pilihan kedua apabila gagal di pilihan pertama.
Karena itu, menentukan sekolah tujuan bukan sekadar soal memilih kampus yang paling diminati, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan dan peluang mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Aturan ini berbeda dengan mekanisme penerimaan perguruan tinggi negeri.
Dalam sejumlah jalur penerimaan PTN, calon mahasiswa dapat memiliki beberapa pilihan program studi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, seleksi sekolah kedinasan menerapkan sistem satu pilihan dalam satu periode pendaftaran.
Kondisi tersebut membuat calon peserta perlu lebih teliti sebelum menyelesaikan pendaftaran.
Baca Juga: UI Buka 200 Lowongan PTT, Ada Posisi yang Bekerja di Balik Laboratorium Kampus
Jangan sampai sekolah dipilih hanya karena melihat jumlah formasi yang besar atau popularitasnya.
Setiap sekolah kedinasan memiliki ketentuan yang dapat berbeda.
Selain persyaratan administrasi, peserta juga perlu memperhatikan program pendidikan, batas usia, persyaratan nilai, hingga tahapan seleksi lanjutan.
Sejumlah sekolah memang menggunakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN.
Namun, setelah tahapan tersebut, setiap instansi dapat memiliki seleksi lanjutan masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







