Jakarta

Bukan Cuma Beasiswa, UI Beri Bantuan Laptop untuk Mahasiswa dengan Kondisi Ekonomi Rentan

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 Agustus 2026, 19:15 WIB
Bukan Cuma Beasiswa, UI Beri Bantuan Laptop untuk Mahasiswa dengan Kondisi Ekonomi Rentan
Cara UI membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

AKURAT JAKARTA - Diterima di universitas ternama belum tentu membuat perjuangan mahasiswa dari keluarga kurang mampu menjadi lebih mudah.

Setelah berhasil masuk perguruan tinggi, mereka masih harus menghadapi kebutuhan biaya kuliah hingga perlengkapan penunjang pembelajaran.

Universitas Indonesia (UI) mencoba mengantisipasi persoalan tersebut melalui berbagai bentuk dukungan pembiayaan pendidikan.

Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan sekitar 31 ribu mahasiswa saat ini mendapatkan beasiswa maupun keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 60 persen dari total mahasiswa UI yang mencapai sekitar 52 ribu orang.

"Jadi, di laporan yang saya terima kemarin, ada 31.000 mahasiswa UI yang mendapatkan beasiswa dan keringanan UKT. Jadi 60% mahasiswa UI mendapatkan beasiswa dan keringanan UKT," ujar Heri saat ditemui di UI, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dukungan pembiayaan yang diberikan UI tidak hanya menyasar persoalan biaya kuliah.

Kampus juga melakukan pemetaan terhadap mahasiswa baru yang dianggap memiliki kondisi ekonomi paling rentan.

Dalam kegiatan penutupan penerimaan mahasiswa baru, UI mendata sekitar 50 mahasiswa dengan kondisi ekonomi terlemah dari sekitar 10 ribu mahasiswa baru yang diterima.

Pendataan tersebut kemudian diperiksa kembali dengan mempertimbangkan apakah mahasiswa sudah menerima beasiswa atau belum.

Baca Juga: Dulu Sekolah Kedokteran Kini Museum, Gedung Ini Jadi Saksi Awal Kebangkitan Nasional

Kondisi keluarga juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan bantuan.

Dari proses tersebut, ditemukan mahasiswa dengan kondisi yatim piatu maupun yatim atau piatu yang dinilai membutuhkan dukungan tambahan.

UI kemudian memberikan laptop kepada 20 mahasiswa yang membutuhkan.

Perangkat tersebut diberikan sebagai penunjang kegiatan perkuliahan.

Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi mahasiswa tidak selalu berhenti pada pembayaran UKT.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.