Akses ke Lahan Bekas TPS Liar Kramat Jati Ditutup Total, Dijaga dan Diawasi Personel Satpol PP DKI

AKURAT JAKARTA – Sebanyak enam personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kramat Jati dikerahkan untuk mengawasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Jalan Penggilingan Baru RT 13/03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pengawasan dilakukan untuk mencegah kembali maraknya pembuangan sampah secara liar di lokasi tersebut.
Kepala Satpol PP Kecamatan Kramat Jati, Endharwanto, mengatakan, pengawasan dilakukan sesuai arahan pimpinan sebagai langkah antisipatif agar lahan tersebut tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah.
"Kita masih terus lakukan pengawasan di lokasi, termasuk pada malam hari. Sejauh ini tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke lahan kosong tersebut," ujar Endharwanto, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, kondisi di lokasi saat ini relatif terkendali. Selain menempatkan personel untuk melakukan pengawasan, akses kendaraan menuju lahan kosong tersebut juga telah diputus.
Penutupan akses dilakukan dengan membongkar papan yang sebelumnya digunakan sebagai jalur kendaraan untuk melintasi saluran air.
Dengan begitu, kendaraan yang membawa sampah tidak lagi dapat masuk ke area lahan kosong.
"Akses ini sudah dibongkar agar kendaraan tidak lagi memiliki jalur untuk masuk ke lahan kosong," katanya.
Pengawasan tersebut dilakukan setelah sebelumnya terjadi penumpukan sampah dalam jumlah cukup signifikan di lokasi. Lahan itu juga sempat mengalami kebakaran pada Sabtu (1/8).
Seiring akses masuk yang telah ditutup dan pengawasan diperketat, proses pengangkutan sampah dari lahan tersebut kini juga dihentikan.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, mengatakan pengangkutan terakhir dilakukan pada Kamis (6/8). Sebelumnya, pengangkutan berlangsung sejak Senin (3/8).
"Pengangkutan sampah sudah kita stop sejak Kamis pekan lalu. Alat berat juga sudah tidak ada di lokasi," ujarnya.
Selama proses penanganan tersebut, sebanyak 43 truk atau 43 rit sampah berhasil diangkut dari lahan kosong tersebut. Setiap truk memiliki kapasitas sekitar enam meter kubik dengan muatan berkisar tiga hingga lima ton.
Dwi menjelaskan, dari 43 rit sampah yang diangkut, sebanyak delapan truk berisi sampah residu dibawa ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Sementara sampah berupa kayu, batang pohon, dan material sejenis lainnya dibawa ke Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya

