Jakarta

Usia 22 Sudah Lulus S2 dengan IPK 4,00, Aqsa Justru Tak Ingin Berhenti di Gelar

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Agustus 2026, 07:30 WIB
Usia 22 Sudah Lulus S2 dengan IPK 4,00, Aqsa Justru Tak Ingin Berhenti di Gelar
Aqsa Aufa Syauqi Sadana lulus S2 Undip di usia 22 tahun. - fk.undip.ac.id

AKURAT JAKARTA - Lulus S2 di usia 22 tahun mungkin terdengar seperti pencapaian yang sulit dibayangkan.

Namun, bagi Aqsa Aufa Syauqi Sadana, gelar tersebut justru menjadi awal untuk melangkah lebih jauh di dunia penelitian.

Aqsa dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).

Ia menyelesaikan pendidikan dengan IPK sempurna 4,00 melalui jalur Degree by Research (DBR).

Tidak berhenti pada pencapaian akademik, pria tersebut juga berhasil membawa hasil penelitiannya ke jurnal internasional bereputasi Scopus Q1.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa usia bukan satu-satunya ukuran ketika seseorang ingin membangun rekam jejak di bidang riset.

Riset tentang Merkuri pada Ibu Hamil

Salah satu pencapaian yang membuat perjalanan akademik Aqsa menarik adalah penelitian yang dilakukannya mengenai hubungan variasi genetik dengan paparan merkuri pada ibu hamil.

Penelitian tersebut menunjukkan adanya korelasi antara paparan merkuri dan meningkatnya risiko komplikasi kehamilan.

Temuan itu diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam pemetaan strategi layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan ibu dan anak.

Baca Juga: War Tiket Upacara HUT RI Tembus 336 Ribu Pendaftar, Pemerintah Siapkan Tambahan Hingga 3.400 Kursi

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas seluruh pencapaian tersebut. Bagi saya, penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan amanah dan motivasi untuk terus berkembang. Menjadi lulusan terbaik Magister Ilmu Biomedik FK Undip dengan IPK 4,00 dan memperoleh penghargaan Publikasi Terbaik merupakan hasil dari proses serta bimbingan luar biasa dari para dosen pembimbing dan BRIN," ujarnya dikutip dari laman Undip, Rabu, (12/8/2026).

Menariknya, Aqsa juga menjadi lulusan terbaik pada Prosesi Sumpah Profesi Dokter FK Undip.

Artinya, pencapaiannya tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik, tetapi juga perjalanan profesionalnya sebagai calon tenaga medis sekaligus peneliti.

Bukan Sekadar Mengejar Publikasi

Di balik pencapaian tersebut, Aqsa menyebut proses penelitian membutuhkan ketekunan yang konsisten.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.