Jakarta

Putri Penjual Kue Tenongan Ini Lulus Undip, Ternyata Ada Pelajaran Besar dari Perjuangan Sang Ibu

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Agustus 2026, 19:15 WIB
Putri Penjual Kue Tenongan Ini Lulus Undip, Ternyata Ada Pelajaran Besar dari Perjuangan Sang Ibu
Marsya Wijayanti, lulusan Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro (Undip). - undip.ac.id

AKURAT JAKARTA - Keberhasilan seorang anak meraih pendidikan tinggi sering kali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh nilai-nilai yang ia pelajari di rumah.

Kisah Marsya Wijayanti, lulusan Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro (Undip), menjadi contoh bagaimana teladan orang tua dapat menjadi bekal berharga dalam meraih mimpi.

Marsya tumbuh dengan menyaksikan ibunya berjualan kue tradisional, gorengan, hingga nasi bungkus menggunakan tenongan di kawasan Jalan Pemuda, Semarang.

Rutinitas itu bukan sekadar cara mencari nafkah, melainkan pelajaran nyata tentang kerja keras, ketekunan, dan tanggung jawab yang ia lihat setiap hari.

Berbekal semangat tersebut, Marsya berhasil menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi Undip dengan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Dukungan beasiswa itu membantunya menyelesaikan studi hingga akhirnya menyandang gelar Sarjana Terapan.

"Saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua atas doa, kasih sayang, dan pengorbanan yang tidak pernah berhenti," katanya, dikutip dari laman Undip, Minggu, (2/8/2026).

"Dukungan mereka, beserta bantuan beasiswa yang saya terima, menjadi motivasi yang sangat berarti dalam perjalanan studi saya," sambung Marsya.

Keberhasilan Marsya memperlihatkan bahwa perjuangan orang tua sering kali menjadi sumber motivasi yang paling kuat bagi anak.

Melihat langsung pengorbanan keluarga membuat banyak anak terdorong untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan sebaik mungkin sebagai bentuk balas budi atas jerih payah tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Agama Tak Jadi Penghalang Zikir Bersama di Monas, Psikologi Ungkap Alasannya

Dalam memilih jurusan kuliah, Marsya juga memiliki alasan yang jelas.

Ia tertarik pada bidang logistik karena melihat pentingnya pengelolaan distribusi barang dan efisiensi rantai pasok yang semakin dibutuhkan berbagai industri.

Menurutnya, sektor logistik memiliki prospek karier yang luas dan akan terus berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Selama kuliah, bantuan KIP Kuliah tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus berprestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan penuh tanggung jawab.

Kini, setelah resmi lulus, Marsya ingin mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya di dunia profesional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.