Jakarta

Lebih dari 14 Ribu Buku Tersimpan, Perpustakaan Ranggawarsita Siap Jaga Memori Bangsa

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Juli 2026, 08:30 WIB
Lebih dari 14 Ribu Buku Tersimpan, Perpustakaan Ranggawarsita Siap Jaga Memori Bangsa
Pengunjung yang sedang melihat-lihat koleksi perpustakaan Ranggawarsita yang ada di gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta. (ANTARA)

AKURAT JAKARTA - Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memperoleh informasi, melainkan memastikan pengetahuan penting tidak hilang ditelan waktu.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi hadirnya Perpustakaan Ranggawarsita yang diresmikan Kementerian Kebudayaan sebagai pusat referensi khusus bidang kebudayaan Indonesia.

Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, Ranggawarsita dirancang untuk menjadi ruang yang menghimpun perjalanan kebudayaan Indonesia, mulai dari karya-karya masa lalu, publikasi terkini, hingga hasil penelitian yang akan terus berkembang di masa depan.

Kementerian Kebudayaan menyiapkan sekitar 14 ribu koleksi buku fisik dan hampir 6.000 koleksi digital yang berasal dari berbagai penerbit, termasuk publikasi pemerintah sejak era Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga Kementerian Kebudayaan saat ini.

Keberadaan koleksi digital menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat dari berbagai daerah dapat mengakses referensi kebudayaan tanpa harus datang langsung ke Jakarta.

Di sisi lain, koleksi fisik tetap dipertahankan sebagai sumber rujukan bagi peneliti, mahasiswa, wartawan, hingga penulis yang membutuhkan data mendalam mengenai sejarah dan perkembangan budaya Indonesia.

Digitalisasi juga menjadi fokus utama dalam pengembangan perpustakaan ini.

Pemerintah menargetkan berbagai karya intelektual yang dimiliki negara, khususnya di bidang kebudayaan, dapat terdokumentasi secara digital sehingga lebih mudah diakses sekaligus terlindungi dari risiko kerusakan fisik.

Selain mengembangkan koleksi, Kementerian Kebudayaan akan terus melakukan akuisisi berbagai buku dan publikasi yang tersebar di unit pelaksana teknis maupun balai pelestarian budaya di berbagai daerah.

Langkah tersebut diharapkan membuat koleksi Ranggawarsita semakin lengkap sebagai pusat dokumentasi kebudayaan nasional.

Baca Juga: Dari Jazz di Atas Awan hingga Rambut Gembel, Dieng Culture Festival 2026 Kembali Hadir

=====

Pengembangan perpustakaan ini juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang telah menetapkan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) serta menugaskan pustakawan untuk membantu pengelolaannya.

Sementara itu, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berkomitmen memperkaya koleksi melalui penelusuran arsip-arsip bersejarah yang relevan.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui museum atau cagar budaya, tetapi juga melalui penyelamatan dokumen, buku, dan arsip yang menjadi sumber pengetahuan bangsa.

Di tengah semakin cepatnya perubahan zaman, Perpustakaan Ranggawarsita diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Bukan sekadar tempat membaca buku, melainkan pusat pembelajaran yang menjaga agar warisan budaya Indonesia tetap hidup, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.