Jakarta

PLN Beberkan Penyebab Pemadaman Bergilir di Jawa

Aisya Nur Aziza | 20 Juni 2026, 06:58 WIB
PLN Beberkan Penyebab Pemadaman Bergilir di Jawa
ilustrasi pemadaman listrik bergilir di Jawa

AKURAT JAKARTA – PT PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa sebenarnya berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Namun, untuk menjaga kestabilan pasokan, PLN terpaksa melakukan pengaturan atau manajemen beban secara terbatas di beberapa daerah.

Pasokan Listrik Turun Akibat Gangguan Teknis

Menurut Gregorius, kebijakan pemadaman bergilir ini terpaksa diambil karena adanya kendala teknis pada operasional pembangkit.

Masalah tersebut kian krusial lantaran ada dua unit pembangkit listrik berkapasitas besar yang mendadak mengalami gangguan sehingga harus berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Akibatnya, daya tampung dan kemampuan sistem pasokan listrik di wilayah Jawa mengalami penurunan.

======

"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan, sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," ujar Gregorius dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6).

PLN Kejar Pemulihan Secepatnya

Saat ini, PLN tengah bergerak cepat untuk memulihkan kembali sistem kelistrikan yang terganggu.

Sebagai langkah antisipasi, PLN mengoptimalkan pasokan daya dari pembangkit cadangan lain serta mengatur ulang sistem operasi agar kebutuhan listrik masyarakat tetap bisa terpenuhi secara seimbang.

Pihak manajemen PLN juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang harus dirasakan oleh para pelanggan akibat mati lampu ini.

PLN memastikan situasi ini tidak akan berlangsung lama.

"Manajemen beban ini dipastikan bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," tutur Gregorius. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.