Jakarta

Soal Rencana Kenaikan Tarif, Dirut Transjakarta: Kondisi Ekonomi Warga Jadi Pertimbangan Utama

Laode Akbar | 17 Juni 2026, 16:01 WIB
Soal Rencana Kenaikan Tarif, Dirut Transjakarta:  Kondisi Ekonomi Warga Jadi Pertimbangan Utama
Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Welfizon Yuza

AKURAT JAKARTA – Rencana kenaikan tarif Transjakarta masih terus dibahas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama pihak operator.

Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan kajian yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan operasional, tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat sebagai pengguna layanan.

Menurut Welfizon, hingga saat ini belum ada keputusan terkait besaran tarif baru karena pembahasan masih berlangsung dan melibatkan berbagai aspek.

"Masih dibahas. Pastinya kita mendengarkan semua masukan, kondisi masyarakat juga masih menjadi pertimbangan," kata Welfizon kepada wartawan dikutip, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Kroasia di Piala Dunia, 18 Juni 2026: Ujian Berat The Three Lions di Laga Perdana

Ia menjelaskan, penentuan tarif Transjakarta harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah, kualitas layanan, hingga daya beli masyarakat.

"Kan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), willingness to pay (kemauan bayar)," ujarnya.

Welfizon menuturkan, sesuai ketentuan yang berlaku, Transjakarta nantinya akan mengusulkan tarif kepada Pemprov DKI.

Namun, usulan tersebut harus didukung kajian menyeluruh agar kebijakan yang diambil tetap menjaga keberlanjutan layanan sekaligus tidak membebani masyarakat.

"Pada saat kita mengusulkan, pertimbangan-pertimbangannya semuanya harus secara komprehensif. Dari sisi fiskal, dari sisi layanan, dari sisi biaya produksi, tapi yang paling penting juga dari sisi daya beli masyarakat dan kondisi masyarakat," katanya.

Baca Juga: Temui PM Singapura, Gubernur Pramono Tawarkan Investasi MRT Fase 3 dan 4 hingga TOD Jakarta

Ia juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial terkait angka tarif yang disebut-sebut akan mencapai Rp10.000 per perjalanan. Menurutnya, hingga kini belum ada angka yang diputuskan.

"Belum (ada angka yang diputuskan). Semuanya kan masih dibahas," tegasnya.

Lebih lanjut, Welfizon memastikan apabila nantinya terdapat penyesuaian tarif, kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan secara mendadak. Pemprov DKI dan TransJakarta akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Tunggulah, sabar sedikit lagi. Pasti pada saatnya nanti begitu sudah selesai, akan diumumkan. Kan itu juga butuh sosialisasi, jadi tidak mungkin ujug-ujug berlaku besok," ujarnya.

Baca Juga: Program Padat Karya Pemprov DKI, Pekerja Digaji Setara UMP Rp 5,7 Juta

Saat ini tarif reguler Transjakarta masih sebesar Rp3.500 per perjalanan dengan dukungan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.

Pembahasan terkait evaluasi tarif masih terus berlangsung dan hasilnya akan diumumkan setelah seluruh kajian rampung. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.