Jakarta

Awas! Banyak Digunakan Warga Indonesia, 11 Aplikasi Populer Android dan iPhone Ini Diduga Terkait Intelijen Militer Israel

M Rahman Akurat | 14 Juni 2026, 16:45 WIB
Awas! Banyak Digunakan Warga Indonesia, 11 Aplikasi Populer Android dan iPhone Ini Diduga Terkait Intelijen Militer Israel
Ilustrasi - Aplikasi berbahaya yang diduga terkait intelijen Israel.

AKURAT JAKARTA - Sejumlah aplikasi populer yang terpasang di perangkat Android dan iPhone milik masyarakat Indonesia ternyata memiliki kaitan erat dengan jaringan intelijen dan siber militer Israel.

Laporan dari TechTrends mengungkapkan bahwa aplikasi-aplikasi ini telah membentuk industri bernilai miliaran dolar AS.

Aplikasi tersebut meliputi platform peta digital, editor foto, penyedia game, hingga alat pengingat layanan transportasi publik.

Baca Juga: Ayyoub Bouaddi Meledak di Piala Dunia 2026, Arsenal, PSG, dan Bayern Munchen Siap Adu Kuat

Beberapa di antaranya bahkan digunakan secara masif dalam aktivitas harian warga Indonesia, seperti Waze dan Moovit.

Ancaman Privasi dan Pengumpulan Data Agresif

Sorotan tajam kini tertuju pada motif dan kekhawatiran terkait keamanan privasi pengguna. Sejumlah aplikasi ini dituding diam-diam menyematkan adware dan pelacak (tracker).

Mereka juga melakukan pengumpulan data pribadi pengguna secara agresif dan tidak transparan.

Para pakar keamanan siber mencermati adanya fenomena berbahaya di ekosistem digital, antara lain:

  • Perusahaan teknologi asal Israel mengakuisisi aplikasi populer.

  • Kebijakan privasi langsung diubah secara sepihak setelah akuisisi.

  • Perubahan ini memicu alarm bahaya (red flag) keamanan digital.

Baca Juga: Meriah! Rayakan 5 Abad Jakarta, Jakfest Vol.500 Sukses Sedot Ribuan Warga ke Lapangan Banteng

Praktik Predator dan Lonjakan Unduhan

Perusahaan seperti ZipoApps dan Supersonic kerap menuai kritik keras.

Mereka menerapkan praktik pengumpulan data yang dinilai predator serta model pelacakan data yang kabur.

Kendati diterpa sentimen negatif, jumlah unduhan aplikasi-aplikasi ini justru terus meroket.

Lonjakan ini didorong oleh belanja iklan berskala raksasa serta kemitraan strategis dengan platform global sekelas Google dan Facebook.

Pengguna diimbau untuk lebih waspada dan memeriksa kembali izin akses aplikasi di ponsel mereka.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.