Rupiah Sentuh Rp18.000, Menkeu Purbaya: Kita Tidak Sedang Menuju Krisis 1998!

AKURAT JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak sedang menuju jurang krisis 1997-1998.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu guna meredam kekhawatiran publik setelah nilai tukar rupiah mencatatkan rekor pelemahan hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) lalu.
"Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1997-1998 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus, hanya ada sentimen negatif di sana-sini yang mengganggu sedikit terhadap nilai tukar," ujar Purbaya, Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: Bos Rosneft Sebut Krisis Selat Hormuz Bikin Perusahaan Minyak AS Untung Besar
Menurut Purbaya, gejolak pada nilai tukar mata uang garuda saat ini merupakan dinamika pasar yang masih bisa diredam.
Langkah perbaikan dapat dicapai melalui kombinasi dan sinkronisasi kebijakan yang lebih solid antara pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, dengan bank sentral.
Fokus pada Sinkronisasi Kebijakan
Menkeu meyakini kerja sama yang erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) akan menjadi kunci utama untuk menguatkan kembali nilai rupiah.
Langkah awal yang disiapkan adalah membuat investasi di dalam negeri menjadi lebih menguntungkan.
Cara ini diharapkan bisa memancing para investor asing untuk kembali menanamkan modal mereka di Indonesia.
Baca Juga: Menkeu Tepis Ekonomi Lesu, Daya Beli Masyarakat Justru Menguat
Selain itu, pemerintah bersama BI juga berkomitmen untuk memastikan stok uang tunai di perbankan tetap aman dan mencukupi.
Melalui kekompakan ini, pemerintah berharap bisa membantu para pengusaha lokal terutama mereka yang harus membeli bahan baku dari luar negeri.
Hal ini agar biaya produksinya tidak semakin membengkak.
“Kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Menkeu kembali meyakinkan pelaku pasar bahwa indikator makroekonomi nasional masih berada dalam jalur yang tepat di bawah kendali pemerintah.
“Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan Bapak Presiden,” pungkas Purbaya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






