Masjid Al Akbar Golkar DKI Jadi Oase Ramadhan di Jantung Ibu Kota

AKURAT JAKARTA - Suasana Ramadhan di Masjid Al Akbar yang berlokasi di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, tampak lebih hidup dibandingkan hari-hari biasanya.
Masjid ini tidak sekadar menjadi tempat ibadah formal, namun bertransformasi menjadi ruang kebersamaan yang hangat bagi kader partai dan masyarakat sekitar.
Setiap sore menjelang azan Maghrib, panitia sibuk mendistribusikan sedikitnya 100 paket takjil dan 100 nasi boks. Program berbagi ini menyasar para jamaah, warga sekitar, hingga musafir yang singgah untuk membatalkan puasa sebelum melanjutkan perjalanan di tengah hiruk-pikuk Jakarta.
Baca Juga: Gubernur Papua Barat Belajar Sistem JakLingko, Legislator Golkar Ramly HI: Di Jakarta Justru Kacau
Ramadhan di Masjid Al Akbar bukan hanya soal berbagi hidangan berbuka. Pada malam hari, jamaah kembali memadati ruang utama untuk menunaikan salat Tarawih berjamaah. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz H Azmi Lc memberikan tausiyah bertajuk “Allah Tidak Butuh Lapar Kita”.
Dalam ceramahnya, Ustaz Azmi mengingatkan esensi puasa yang lebih dari sekadar menahan haus dan lapar. “Allah tidak membutuhkan rasa lapar kita, melainkan ketakwaan kita. Puasa adalah latihan agar hati lebih bersih dan peduli terhadap sesama,” tuturnya di hadapan jamaah.
Kekhusyukan berlanjut selepas Tarawih dengan agenda tadarus Alquran yang dipimpin oleh Ustaz Dede Ali Muhsin. Bacaan ayat-ayat suci yang bersahut-sahutan menciptakan suasana damai, memberikan ketenangan batin bagi siapa pun yang mendengarnya.
Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Dr H Ashraf Ali, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang agar masjid lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin momen setahun sekali ini benar-benar terasa dampaknya, baik untuk mendekatkan diri kepada Allah maupun mempererat silaturahmi,” ujar Ashraf.
Untuk memasyarakatkan nilai-nilai Islam, panitia juga menggelar beragam perlombaan religius. Mulai dari lomba mengaji, azan, kasidah, hadrah, hingga seni kaligrafi dan melukis. Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak dan remaja, sehingga membuat mereka lebih akrab dengan lingkungan masjid.
Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadhan, Masjid Al Akbar telah menyiapkan agenda Itikaf bagi jamaah yang ingin mengejar kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Panitia menjamin kenyamanan jamaah dengan menyiapkan santapan sahur hingga kopi hangat bagi mereka yang bermalam di masjid.
Ashraf pun mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan berkumpul di rumah Allah untuk mempelajari Alquran yang mendatangkan ketenangan (sakinah) dan rahmat.
Melalui program-program ini, Masjid Al Akbar Cikini berupaya menghadirkan wajah Ramadhan yang inklusif dan penuh makna di jantung Kota Jakarta.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


