Simak! MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Area Glodok dan Kota pada 10 Januari - 15 Juli 2026, Berikut Rinciannya

AKURAT JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) akan memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas di area proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 203, khususnya di sekitar Stasiun Glodok dan Stasiun Kota pada 10 Januari - 15 Juli 2026.
Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi pembangunan stasiun bawah tanah dan terowongan MRT yang menghubungkan kawasan Mangga Besar hingga Kota Tua.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan penerapan rekayasa lalu lintas ini tidak terlepas dari kebutuhan penyelesaian konstruksi proyek MRT Fase 2A.
Baca Juga: Keistimewaan Sepak Bola Indonesia yang Memikat John Herdman hingga Mau Tukangi Timnas
"Rekayasa lalu lintas ini perlu dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jalan," ujar Rendy dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
Adapun rincian rekayasa lalu lintas di sekitar Stasiun Glodok dan Stasiun Kota yaitu sebagai berikut:
1. Stasiun Kota (Tahap 7 | 10 Januari–15 Juli 2026):
- Area pekerjaan berada di persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan–Jalan Asemka.
- Pekerjaan meliputi pembangunan struktur bawah tanah stasiun, pintu masuk, serta arsitektur dan mekanikal elektrikal.
- Arus lalu lintas di Jalan Pintu Besar Selatan dialihkan dari sisi barat ke sisi timur dengan konfigurasi dua arah.
- Penggunaan Jalan Pintu Besar Selatan dibatasi untuk:
a. TransJakarta
b. Penghuni setempat
c. Konsumen toko
- Jalan dapat dibuka untuk umum secara situasional apabila terjadi kepadatan lalu lintas.
- Di persimpangan Jalan Asemka menuju Jalan Jembatan Batu terjadi penyempitan lajur dari tiga menjadi dua lajur akibat aktivitas konstruksi.
Baca Juga: Gubernur Pramono Resmikan Groundbreaking Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, Persiapan Menuju IPO 2027
2. Stasiun Glodok (Tahap 3.2 | hingga 13 Juli 2026):
- Rekayasa lalu lintas tetap menggunakan sistem contraflow di Jalan Gajah Mada.
- Masa pelaksanaan diperpanjang hingga 13 Juli 2026.
Rendy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak pekerjaan tersebut.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung dan mengharapkan pengertian serta kerja sama masyarakat untuk mendukung kelancaran proyek ini," ucapnya.
Ia menambahkan, PT MRT Jakarta akan terus menjaga keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi.
"Kami memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga dengan pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum," kata Rendy.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






