Bukan Jogja atau Jatim, Ternyata Mahasiswa Terbanyak di Indonesia Ada di Provinsi Dekat Jakarta Ini, Berikut 10 Besar Berdasarkan Data BPS RI

AKURAT JAKARTA - Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS-RI) baru saja mengeluarkan laporan tahunan "Statistik Indonesia: Statistical Yearbook of Indonesia 2025" Volume 53 tahun 2025.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa jumlah mahasiswa yang kuliah di sejumlah univertas di Indonesia telah mencapai 9,5 juta orang.
Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa yang kuliah di kampus yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag).
Rinciannya, jumlah mahasiswa kampus di bawah Kemendiktisaintek mencapai 8.467.714 orang. Sedangkan mahasiswa kampus di bawah Kemenag mencapai 1.026.249 orang.
Ternyata, jumlah mahasiswa terbanyak bukan di Jogjakarta atau Jawa Timur. Bukan pula di Jawa Barat dengan penduduk terbanyak di Indonesia.
Jogjakarta yang dikenal sebagai kampus pelajar, juga bukan yang terbanyak soal jumlah mahasiswa. Bahkan, Jogja hanya berada di posisi keenam untuk jumlah mahasiswa terbanyak.
Provinsi yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia, ternyata berada di dekat Jakarta, yaitu Provinsi Banten. Jumlahnya mencapai 1.687.634 mahasiswa.
Jawa Timur berada di posisi setelahnya dengan 947.251 mahasiswa. Menyusul Jawa Barat dengan 856.961 mahasiswa.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa 350 Kios Buah Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Jaya Sudah Siapkan Kios Sementara
Di provinsi Banten juga terdapat universitas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia, yaitu Universitas Pamulang (Unpam). Jumlah mahasiswanya lebih dari 100 ribu orang.
Data-data ini didasarkan pada kampus di bawah Kemendiktisaintek. Sementara untuk kampus di bawah Kemenag, jumlah mahasiswa terbanyak mayoritas berada di Kalimantan.
Kalimantan Timur jadi yang terbanyak dengan 197.218 mahasiswa. Disusul Kalimantan Selatan dengan 125.861 mahasiswa.
Berikut data lengkapnya, sebagaimana dikutip dari laporan akhir tahun BPS-RI 2025.
10 Provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak kampus Kemendiktisaintek:
1. Banten: 1.687.634
2. Jawa Timur: 947.251
3. Jawa Barat: 856.961
4. DKI Jakarta: 768.603
5. Jawa Tengah: 678.569
6. DI Yogyakarta: 410.789
7. Sumatera Utara: 404.298
8. Sulawesi Selatan: 356.734
9. Sumatera Barat: 195.540
10. Riau: 152.254
10 Provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak kampus di bawah Kemenag:
1. Kalimantan Timur: 197.218
2. Kalimantan Selatan: 125.861
3. Kalimantan Barat: 125.719
4. Sulawesi Barat: 60.902
5. Kalimantan Utara: 60.080
6. Bali: 48.249
7. Jambi: 45.581
8. Aceh: 43.455
9. Banten: 40.309
10. Bengkulu: 39.470
Demikian informasi seputar kampus dan mahasiswanya, semoga bermanfaat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


