Jakarta

Soal Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Istana: Secara Teknis Tidak Mudah

Titania Isnaenin | 23 April 2025, 12:40 WIB
Soal Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Istana: Secara Teknis Tidak Mudah

 

 

AKURAT JAKARTA - Rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia ditanggapi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi.

Prasetyo menuturkan rencana evakuasi 1000 warga Gaza tersebut menjadi rencana yang tidak mudah untuk dilaksanakan.

Ia menyebut niat baik pemerintah yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto perlu mendapat persetujuan banyak pihak.

Baca Juga: Persiapan Palestina Merdeka: Indonesia Akan Evakuasi Warga Gaza ke RI, Apa Tujuannya?

Diantaranya mendapat persetujuan dari pemerintah Palestina dan juga negara-negara lain yang terlibat dalam upaya kemerdekaan Palestina.

"Tawaran itu dianggap perlu disetujui, kemudian secara teknis seperti apa kan tidak mudah. Tetapi, itu bagian dari kami Pemerintah Republik Indonesia terus memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita di Gaza," ucap Prasetyo Hadi.

Lebih lanjut, Prasetyo menuturkan bahwa upaya koordinasi dari pemerintah RI saat ini sedang diupayakan.

Baca Juga: MPR Sepakat Dengan Prabowo Soal Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia


"Secara prinsip setuju. Tetapi sekali lagi tentunya secara teknis itu kan tidak mudah. Maka dari itu, beliau (Prabowo) terus berkoordinasi, bahwa Kementerian Luar Negeri, Bapak Menlu terus berkoordinasi, apabila memang ini diterima, dan akan dilaksanakan supaya bisa dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Namun apabila tawaran ini tidak disetujui oleh negara-negara lain, pihak pemerintah RI tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.

"Semangatnya memang kami mau membantu, bahwa ada negara yang belum setuju ya enggak masalah. Masing-masing punya ini (sikap) sendiri-sendiri. Makanya juga Bapak Presiden tidak gegabah di dalam memberikan penawaran terhadap kehendak pemerintah kita," lanjutnya lagi.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Resmi Hapus Kelas BPJS, Diganti Sistem KRIS

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia diungkap saat jumpa pers di Lanud Halim, Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu (9/4).

Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia siap menampung 1000 warga Palestina untuk gelombang pertama.

Terutama mereka yang luka-luka, trauma dan anak-anak yatim piatu.

Baca Juga: Tanggapi Ancaman Beijing Soal Tarif Trump, Menlu RI Adakan Pertemuan dengan Menlu China

"Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya 1000 untuk gelombang pertama" ujar Prabowo.

Meski berencana akan mengevakuasi warga Gaza ke RI, Prabowo kembali menegaskan bahwa rencana baru bisa ditindaklanjuti apabila mendapat lampu hijau dari otoritas Palestina.

Serta wajib memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah negara tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan China Kecam Negara-negara yang Lakukan Lobi Dengan AS

"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua mereka disini hanya sementara sampai pulih kembali dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan. Mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut," katanya lagi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.