Persiapan Palestina Merdeka: Indonesia Akan Evakuasi Warga Gaza ke RI, Apa Tujuannya?

AKURAT JAKARTA - Beberapa hari belakangan heboh soal rencana Presiden Prabowo Subianto akan lakukan rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia.
Rencana ini dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan kemerdekaan Palestina usai konflik berkepanjangan dengan zionis Israel.
Ahmad Muzani, Ketua MPR RI menyebutkan bahwa rencana itu digelar sebagai perwujudan komitmen Indonesia sebagai salah satu negara yang mendukung Palestina merdeka.
Baca Juga: MPR Sepakat Dengan Prabowo Soal Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
Berupa pemberian dukungan secara fisik yakni melakukan pembangunan ulang masjid, rumah sakit, sekolah-sekolah Indonesia dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
"Ketika Palestina merdeka, pascaperang selesai, maka yang harus dilakukan adalah bagaimana membangun fisik karena itu negara-negara sekitar Palestina sudah mulai menghitung biaya yang diperlukan untuk melakukan pembangunan rekonstruksi bagi Palestina," tutur Muzani.
"Maka yang diperlukan adalah bagaimana mengisi dokter-dokter, tenaga pendidik, dan para guru yang sekarang ini menjadi korban gugur dalam peperangan terhadap Israel. Jumlahnya makin rendah, makin kecil," sambungnya lagi.
Baca Juga: Ini Alasan China Kecam Negara-negara yang Lakukan Lobi Dengan AS
Adapun rencana Indonesia untuk mengevakuasi warga Gaza yang dimaksudkan adalah menyiapakan tenaga andal bagi Palestina dibidang medis hingga pendidik.
Sehingga harapannya, Indonesia akan memberikan dukungan fisik berupa memberikan pendidikan baik medis atau non medis sebagai persiapan pembangunan kembali sumber daya manusia.
"Yang dilakukan oleh Presiden Prabowo yang merencanakan untuk melakukan evakuasi warga Gaza ke Indonesia itu adalah tenaga-tenaga medis, tenaga-tenaga pendidik," katanya.
Baca Juga: Tanggapi Ancaman Beijing Soal Tarif Trump, Menlu RI Adakan Pertemuan dengan Menlu China
"Karena itu tenaga-tenaga yang ada akan dididik, baik medis ataupun nonmedis di Indonesia, sebagai bagian dari persiapan pembangunan kembali sumber daya manusia di Palestina," ucap Muzani.
Sebelumnya dalam konferensi pers, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bantuan evakuasi warga Gaza ini hanya dilakukan sementara.
Yang tentunya semua pihak harus menyetujui rencana ini.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Resmi Hapus Kelas BPJS, Diganti Sistem KRIS
"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka disini hanya sememtara sampai pulih kembali, dan saat pulihbdan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan. Mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap pemerintah Indonesia. Untuk itu saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut," jelas Prabowo Rabu (9/4). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





