Lantern Night Festival 2025: Ribuan Lampion Bakal Diterbangkan di Langit Candi Borobudur, Catat Tanggalnya!

AKURAT JAKARTA - Pecinta budaya merapat! Sebuah festival lampion bakal digelar di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Ribuan lampion bakal diterbangkan di event bertajuk Lantern Night Festival yang digelar di Kawasan Candi Borobudur tersebut.
Lantern Night Festival merupakan bagian dari event perayaan Hari Raya Waisak 2025, yaitu hari suci bagi umat Buddha.
Sebuah perayaan tahunan yang sarat makna spiritual sekaligus menarik perhatian ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Waisak, hari suci umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.
Lantern Night Festival akan digelar pada Senin, 12 Mei 2025 malam. Puncak acara akan dilakukan pelepasan ribuan lampion ke langit dengan latar belakang kemegahan Candi Borobudur.
Pelepasan ribuan lampion ini akan dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00–20.00 WIB. Sesi kedua, mulai pukul 21.00–23.00 WIB. Gerbang masuk dibuka masing-masing satu jam sebelumnya.
Lampion yang diterbangkan bukan hanya untuk menciptakan keindahan visual, tetapi juga membawa harapan dan doa yang ditulis oleh peserta di atas kertas yang ditempelkan pada lampion.
Secara simbolis, pelepasan lampion melambangkan pencerahan, kebijaksanaan, dan harapan akan perdamaian dunia.
Seluruh lampion terbuat dari bahan ramah lingkungan yang mudah terurai, sehingga tidak menimbulkan masalah lingkungan.
Acara ini terbuka untuk umum. Tidak hanya untuk umat Buddha, masyarakat umum juga diperbolehkan ikut menikmati kemeriahan ini.
Namun, tiket untuk pelepasan lampion biasanya terbatas dan cepat habis karena tingginya antusiasme.
Lantern Night Festival ini berlangsung di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini, kawasan sekitar Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Rangkaian acara meliputi meditasi bersama, pembacaan paritta suci, dan doa lintas keyakinan.
Meski bernuansa keagamaan, festival ini menjadi ruang pertemuan spiritual sekaligus budaya.
Antusiasme terhadap festival ini terus meningkat setiap tahunnya. Saat tiket resmi dibuka pada 4 Maret lalu, seluruh kuota habis dalam hitungan menit.
Penyelenggara pun menambah kuota tiket yang dijual mulai pada 16 April pukul 19.00 WIB kemarin.
Tiket dapat dibeli melalui laman resmi: ticket.injourneydestination.id.
Baca Juga: 4 Tim Lolos Semifinal Liga Champions 2025: Barcelona vs Inter Milan, Arsenal vs PSG, Kapan Main?
Festival Lampion Waisak bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan, harmoni, dan toleransi antarumat beragama, sekaligus magnet pariwisata budaya Indonesia yang mendunia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya



