Jakarta

Tagihan Air di Apartemen Jakarta Turun Drastis, Ini Kesepakatan Rahasia PAM Jaya dan Pengelola yang Bikin Penghuni Senang

Zainal Abidin | 16 April 2025, 20:45 WIB
Tagihan Air di Apartemen Jakarta Turun Drastis, Ini Kesepakatan Rahasia PAM Jaya dan  Pengelola yang Bikin Penghuni Senang

AKURAT JAKARTA - Ada kabar baik buat para penghuni apartemen di Jakarta.

PAM Jaya akhirnya menjalin kerja sama dengan 20 pengelola apartemen untuk menerapkan sistem penagihan air langsung ke masing-masing unit.

Artinya, penghuni sekarang membayar air sesuai dengan pemakaian pribadi, bukan lagi tarif kolektif dari meteran induk yang sering bikin tagihan membengkak.

Baca Juga: Bike To Work Indonesia hingga Koalisi Pejalan Kaki Tolak Silaturahride Pramono, Hendro: Pakai Sepeda di JLNT Casablanca Melanggar Hukum dan Keamanan

“PKS bisa menjadi solusi bagi kami untuk mendapatkan tarif yang disesuaikan,” ujar Lenny Wati Tedy, Ketua Persatuan Penghuni Rumah Sewa (PPRS) Apartemen Robinson, Selasa (15/4) seperti dikutip dari ANTARA.

Menurut Lenny, sebelum ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini, tagihan air bisa melonjak drastis karena dihitung berdasarkan pemakaian gabungan satu gedung.

Ketika tarif air naik di awal 2025, pengeluaran warga ikut naik tajam.

Contohnya di Apartemen Robinson, dari yang biasanya Rp60 juta per bulan, melonjak jadi lebih dari Rp100 juta.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-50, Taman Mini Promo Diskon Tiket Masuk hingga 50 persen, Kapan dan Bagaimana Cara Belinya?

Penyebabnya adalah karena tarif progresif dari meteran induk yang bisa mencapai Rp21.500 per meter kubik.

Tapi kini, setelah ada perjanjian baru, tarifnya jadi jauh lebih manusiawi.

Pemakaian di bawah 10 meter kubik dikenakan Rp12.500 per meter kubik, dan jika lebih dari itu, tarifnya Rp17.500.

Baca Juga: Asyik! TMII Gelar Pesta Rakyat Nusantara 2025: Ada 50 Atraksi Budaya, Panggung Musik, Pasar Kuliner hingga Diskon Tiket 50 Persen, Catat Tanggalnya!

“Program ini sangat membantu. Jadi penghuni membayar sesuai dengan pemakaian dan nanti bisa irit,” kata Lenny.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan bahwa kerja sama ini memastikan penghuni apartemen tidak akan terdampak signifikan oleh kenaikan tarif air.

“Sebenarnya dengan ini maka mereka yang tinggal di apartemen tidak berpengaruh apa-apa, jadi tetap sama tarifnya karena rerata pemakaian tidak lebih dari 10 meter kubik,” jelas Arief.

Baca Juga: Alhamdulillah! Pemprov DKI Jakarta Bakal Buka Program Umrah Gratis Bagi Marbot Masjid pada Tahun 2026, Berikut Persyaratannya

Dengan sistem baru ini, warga apartemen bisa lebih hemat, transparan, dan merasa adil soal pembayaran air. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.