Jakarta

Soal Biaya Haji 2025, Menag Nasaruddin Disebut Pembohong! Awalnya Bilang Pasti Turun, Nyatanya Malah Usul Naik Hampir Rp 10 Juta

Sastra Yudha | 30 Desember 2024, 16:19 WIB
Soal Biaya Haji 2025, Menag Nasaruddin Disebut Pembohong! Awalnya Bilang Pasti Turun, Nyatanya Malah Usul Naik Hampir Rp 10 Juta

AKURAT JAKARTA - Kementerian Agama mengusulkan biaya haji pada tahun 2025 sebesar Rp 93.399.694.

Dari jumlah tersebut, yang harus dibayar oleh setiap jamaah sebesar Rp 65.372.779 atau 70 persen.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, pada Senin (30/12/2024)

Baca Juga: Mengenal Buah Pisang: Camilan Sehat, Sumber Energi, hingga Pelengkap Diet Seimbang.

"Anggaran BPIH ini dikelompokkan ke dalam dua komponen, yaitu komponen yang dibebankan langsung kepada jamaah haji disebut dengan biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih, dan komponen yang dibebankan kepada dana nilai manfaat (dana tabungan haji yang dikelola) oleh Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH," kata Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengatakan, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2025 yang ditanggung setiap jamaah adalah Rp 65.372.779.

Sedangkan yang diambil dari nilai manfaat BPKH sebesar Rp 28.016.905, atau 30 persen.

Usulan Kemenag tersebut pun mendapat kritik anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Demokrat, Nanang Samodra.

Nanang mempertanyakan mengapa Bipih atau biaya haji yang dibebankan kepada jamaah malah naik, tidak turun seperti yang disampaikan Menag beberapa Waktu lalu.

Nanang memahami penyebab kenaikan Bipih, yaitu karena persentase komponen biaya yang dibebankan kepada jamaah naik menjadi 70%, dari sebelumnya hanya 60% pada tahun 2024.

Baca Juga: Lirik Lengkap Lagu Harimau Malaya yang Viral di TikTok Full

"Ini agak membingungkan saya. Komponen nilai manfaat dan Bipih-nya ini berbalik. Yang tadinya Bipih 60% dan nilai manfaat 40%, sekarang Bipihnya naik menjadi 70% dan nilai manfaatnya 30%," ujar Nanang.

Nanang mengungkit Bipih yang dibayarkan jamaah pada 2024 lalu sebesar Rp 56 juta. Namun, kini Kemenag mengusulkan Bipih malah naik menjadi Rp 65 juta atau naik hampir Rp 10 juta.

"Artinya apa? masyarakat yang kemarin bayar Rp 56 juta sekian, karena Bipihnya naik, sekarang berubah menjadi Rp 65 juta," kata Nanang.

"Jadi ini bertentangan dengan statement Pak Menteri. Masyarakat tidak tahu ini. Uang totalnya tidak tahu mereka. Mereka hanya tahu berapa yang disetor. Kalau disetor naik, tetap saja itu naik. Jadi bertentangan dengan statement Pak Menteri yang menyebut turun," tegasnya.

Pernyataan Nanang ini pun mendapat dukungan dari para Netizen. Mereka menyebut, Menag telah berbohong.

Baca Juga: Ini Lokasi 8 Titik Parkir yang Disiapkan untuk Kegiatan Malam Muhasabah di Kawasan Monas Malam Ini

Rabiah: "Pak Menteri jangan bohong dong! Kemrin bilang pasti turun, nyatana kok malah naik.."

KAMALUDDIN: "Katanya pasti turun, taunya malah naik.. gak konsisten banget sih... baru kemarin berita tentang turun harga nya"

Muliatropy: "Walaupun baru usulan, mengisyaratkan nihilnya keberpihakan kepada rakyat kecil. Ada badan baru khusus haji percuma, akhirnya naik juga. Tepok jidat lagi. Sy rakyat jelata cuma bisa comment."

Ibrahim: "Rasanya percuma saja di bentuk badan urusan haji...kalau ujung2nya BPIH masih naik juga"

Ceu Odah: sdh seneng katanya mau turun. lhaa malah tambah naik. rakyat dibohongi lagi"

IpGading: masalah haji yang lalu koq bisa clear dengan sendirinya... ada deal2 apa nih..."

Batu Bacan: "Katanya biaya yg ditanggung masyarakat turun, koq ini malah naik ? Piye tho pak menteri ? Presiden ga mau bikin rakyat susah ? Usulan ini harus dibatalkan DPR."

Hunyduny: Pemerintah sekarang semua2 nya dinaikkan....apakah karena menanggung hutang pemerintas sebelumnya? Kasihan rakyat yg selalu jadi perasan. Elitnya cengar cengir dan kaya2 semua."

Baca Juga: Prediksi Skor Ipswich vs Chelsea, Mampukah The Blues Raih 3 Poin?

Sebelumnya, pemerintah memastikan bahwa ongkos ibadah haji tahun 2025 akan turun dibanding tahun 2024.

Informasi tersebut disampaikan oleh Menag Nasaruddin usai rapat di Istana Presiden di Jakarta, pada Jumat (27/12/2024).

Rapat yang khusus membahas pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad.

"Kita membicarakan banyak hal. Kira-kira apa yang bisa membikin jamaah haji nanti ini lebih nyaman, lebih tenang, dan yang paling penting juga lebih murah," ujar Menag Nasaruddin.

Menag mengaku sudah diwanti-wanti oleh Presiden Prabowo, agar tetap mengutamakan kualitas, meskipun biayanya lebih murah.

"Misalnya soal pesawat. Jangan kita mencari yang murah, namun malah justru pesawat tua. Jadi itu diwarning juga buat kita," katanya.

Sementara Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi'i, menambahkan bahwa Presiden Prabowo ingin pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 tetap berkualitas.

Baca Juga: Kirana Jakarta 2025, Rangkaian Acara di Bundaran HI pada Malam Tahun Baru, dari Pertunjukan 800 Drone, Pesta Kembang Api, hingga Konser Musik, Gratis!

Kok biayanya bisa lebih murah? Dikatakan Syafi'i, Presiden Prabowo melihat masih banyak pembiayaan haji yang bisa ditekan.

"Pada saat yang sama beliau juga melihat banyak cost yang bisa dirasionalisasi, sehingga kualitasnya makin baik, tapi harganya makin murah," kata Syafi'i. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.