Jakarta

Ini Dia Alasan Kenapa Ustadz Adi Hidayat Masuk Daftar Calon Terkuat Untuk Gantikan Gus Miftah

Titania Isnaenin | 9 Desember 2024, 21:45 WIB
Ini Dia Alasan Kenapa Ustadz Adi Hidayat Masuk Daftar Calon Terkuat Untuk Gantikan Gus Miftah

 

AKURAT JAKARTA - Penceramah kondang Ustadz Adi Hidayat dikabarkan menjadi pengganti dari Gus Miftah usai resmi mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden, Jumat (6/11) lalu.

Kabar ini pertama kali mencuat di media sosial dimana UAH berfoto dengan Prabowo Subianto di kediaman Presiden yang terletak di jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam sebuah foto tersebut dinarasikan bahwa Ustadz Adi Hidayat dinominasikan secara resmi oleh Presiden Prabowo untuk menggantikan Gus Miftah di bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Baca Juga: Dinominasikan Jadi Pengganti Gus Miftah, Segini Kira-kira Gaji yang akan Diterima Ustadz Adi Hidayat Jika Jadi Utusan Khusus Presiden

RESMI Ustadz Adi Hidayat Menggantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Setelah Gus Miftah Mengundurkan Diri Dari Jabatan Tersebut.”  tulis keterangan dalam foto.

Namun faktanya, foto tersebut diambil ketika UAH mengadakan kunjungan ke Presiden Prabowo pada pemilu tahun 2019 lalu.

Meski belum ada konfirmasi resmi, Ustadz Adi Hidayat dinilai kredibel untuk menduduki kursi Utusan Khusus Presiden bidang tersebut karena pengalamannya.

Salah satunya adalah berhasil membangun reputasi sebagai ulama yang inovatif dan inspiratif.

Baca Juga: Usai Mundur, UAH Digadang-gadang Jadi Pengganti Gus Miftah, Sufmi Dasco Angkat Bicara Soal Posisi Utusan Khusus Presiden

Dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, sebuah pusat kajian Islam yang berfokus pada pengembangan keilmuan berbasis Al-Qur'an dan hadis.

Lantas seperti apakah latarbelakang Ustadz Adi Hidayat, yang digadang-gadang jadi calon pengganti Gus Miftah? berikut adalah rangkuman profil UAH: 

Pria kelahiran Pandeglang, Banten, 11 September 1984 tersebut adalah anak dari kedua orang tuanya Warso Supena dan Rafiah Akhyar.

Semasa sekolah, Adi Hidayat menjadi anak yang penuh prestasi.

Memulai bersekolah di TK Pertiwi Pandeglang, kemudian melanjutkan sekolah dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang sampai kelas III.

 

Namun ia harus berpindah ke SDN III Pandeglang hingga lulus kelas VI.

Di kedua sekolah tersebut, Adi Hidayat selalu berprestasi sekaligus sebagai siswa teladan.

Selain mengenyam pendidikan sekolah formal, Adi Hidayat juga disekolahkan oleh orangtuanya ke sekolah agama di Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang.

Dimana pada waktu pagi UAH akan sekolah di SD, siangnya ia sekolah agama.

Dari situlah, ia mendapat julukan sebagai penceramah cilik setiap ada acara wisuda santri.

Memasuki pendidikan SMP, Adi Hidayat memilih mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Garut, Jawa Barat pada tahun 1997.

Selama mondok hampir 6 tahun, Adi Hidayat kembali menunjukkan prestasinya dalam bidang agama, khususnya dalam tafsir Quran.

Saat sebagai santri, Adi Hidayat dinobatkan sebagai santri teladan.

Hingga saat lulus ponpes, dirinya mendapat jalur khusus untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Dirasah Islamiyah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Buka Suara Soal Pengunduran Diri Gus Miftah: Itu Tindakan Ksatria

Berkat prestasinya itu, baru dua tahun mengenyak dibangku kuliah, ia mendapatkan tawaran kuliah di luar negeri.

Adi Hidayat meninggalkan UIN dengan IPK 3,98 dan memilih belajar di Kuliyya Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya.

Di perguruan tinggi ini, ia memperdalam ilmu agama; mulai dari al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, hingga Lughah.

Bahkan, secara khusus ia mengambil program bahasa, Lughah Arabiyyah wa Adabuha.

Selama di luar negeri, ia juga mencari ilmu dengan belajar langsung dengan ulama-ulama besar setempat sesuai keilmuannya masing-masing.

Ia bahkan juga sangat aktif di kegiatan masjid dan akhirnya pada 2009 ia diangkat menjadi ketua dewan khatib.

Dimana dengan wewenang itu, Adi berhak memiliki tugas untuk menentukan para khatib dan pengisi ceramah di Masjid Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya.

Selain itu, Adi Hidayat juga aktif mengikuti acara dialog internasional dengan para pakar lintas agama dunia, mengisi berbagai seminar, dan acara tsaqafah Islâmiyyah atau kebudayaan Islam di channel at-tawâshul TV Libya. Adi sangat mahir tatkala menjelaskan sebuah hadits dengan menyebutkan kitabnya, letaknya, dan halamannya

Pada tahun 2011, ia pulang ke Tanah Air, dengan menggondol gelar akademik LC, dan mengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dua tahun kemudian, ia pindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.

Selama di Indonesia, ia juga meneruskan pendidikan S2-nya di UIN Bandung dan meraih gelar MA. Kini ia dikenal dengan sebutan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA.

Pada November 2016, ia bersama dua sahabatnya Heru sukari dan Roy Winarto mendirikan Akhyar TV sebagai media dakwah.

Program-program ceramahnya diunggah (upload) ke channel YouTube dan mendapatkan respon luar biasa dari banyak penonton.

Dari sanalah umat Islam mulai mengenalnya. Materi-materi ceramahnya pun menyebar ke platform media sosial lainya, seperti instgram dan facebook.

Hingga kini namanya menjadi terkenal dan sering menerima undangan untuk mengisi cermah di seluruh Indonesia. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.