Jakarta

Ini Sosok Ustadz Adi Hidayat alias UAH, Calon Pengganti Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama

Sastra Yudha | 8 Desember 2024, 18:08 WIB
Ini Sosok Ustadz Adi Hidayat alias UAH, Calon Pengganti Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama

AKURAT JAKARTA - Ramai di media sosial sosok pengganti Miftah Maulana alias Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Sosok pengganti Gus Miftah dikabarkan sosok yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai pendakwah, sosoknya juga sering nongol di televisi nasional.

Sosok pengganti Gus Miftah, yang mengundurkan diri dari jabatan uturan khusus presiden karena kasus menghina pedagang es teh, adalah Ustadz Adi Hidayat alias UAH.

Baca Juga: Kabar Gembira Karyawan Swasta Dapat THR pada Akhir Tahun 2024, Cair 7 Hari Sebelum Perayaan

Ustadz Adi Hidayat menjadi salah satu figur penting dalam dakwah Islam modern di Indonesia. Di media sosial, follower atau pengikutnya mencapai jutaan orang.

Ustadz Adi Hidayat memiliki latar belakang pendidikan yang mendalam. Ia merupakan ahli al-Quran.

Ustadz Adi Hidayat telah membangun reputasi sebagai seorang ulama yang inovatif dan inspiratif.

Salah satu karyanya yang menonjol adalah pendirian Quantum Akhyar Institute, sebuah pusat kajian Islam yang berfokus pada pengembangan keilmuan berbasis Al-Qur'an dan Hadits.

Sejak didirikan pada 2013, Quantum Akhyar Institute telah menjadi ruang pembelajaran bagi berbagai kalangan, termasuk ulama muda dan masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman keislaman.

Kiprah Ustaz Adi Hidayat dalam lembaga ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh Islam yang berpengaruh di era modern.

Berikut profil ustadz muda yang disebut-sebut bakal ditunjuk Presiden Prabowo untuk menggantikan Gus Miftah sebagai utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama.

Baca Juga: Info Mudik Gratis Libur Nataru Jalur Darat, Rute Jakarta ke 13 Kota di Jawa, Cek di Sini Caranya

Ustadz Adi Hidayat lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984. Ia tumbuh di lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan agama dan nilai-nilai tradisional.

Kedua orang tuanya memberikan perhatian besar pada pendidikan, memadukan sekolah formal dengan pendidikan agama sejak usia dini.

Sejak kecil, Adi Hidayat menunjukkan kecerdasan luar biasa. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang dengan predikat siswa terbaik.

Pendidikan agama ia tempuh di Madrasah Salafiyah Sanusiyah, tempat di mana ia juga memulai kiprahnya sebagai penceramah cilik dalam acara wisuda santri.

Lanjutan pendidikan menengah ditempuhnya di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, yang memadukan kurikulum agama dan umum.

Di sini, ia memperoleh bimbingan dari Buya K.H. Miskun as-Syatibi, yang menanamkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur'an.

Tahun 2003, UAH mendapat undangan PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerjasama dengan Universitas al-Azhar Kairo.

Tahun 2005, UAH mendapat undangan khusus untuk melanjutkan studi di Kuliyyah Dakwah Islamiyyah Libya yang kemudian diterima. Namun, ia mesti meninggalkan kuliahnya di UIN Jakarta.

Baca Juga: Berikut 6 Rekomendasi Warung Mie Ayam Enak di Jakarta Selatan yang Patut Dicoba,

Ustadz Adi Hidayat juga menyelesaikan S2 (Magister) juga di Kulliyyah Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya.

Pada 2013, Ustadz Adi Hidayat mendirikan Quantum Akhyar Institute sebagai wadah untuk menyebarkan dakwah dan pendidikan Islam.

Lembaga ini memiliki berbagai program seperti kaderisasi ulama, sekolah terbuka, dan kelas profesi, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern akan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.

Quantum Akhyar Institute juga dikenal dengan metode pembelajaran inovatif seperti Quantum Arabic, yang mempermudah peserta memahami bahasa Arab untuk mengakses Al-Qur'an dan Hadis secara langsung.

Program ini telah menarik perhatian banyak kalangan, termasuk mahasiswa dan profesional muda.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Warung Nasi Pecel di Jakarta Wajib Dicoba, Bumbu Kacang Seenak Makan di Jawa Timur

Tidak hanya di ranah akademis, Quantum Akhyar Institute juga mengembangkan platform digital seperti Akhyar TV, yang menjadi media utama dakwah Ustadz Adi Hidayat.

Melalui kanal ini, ia berhasil menjangkau jutaan jamaah di seluruh dunia, menjadikan dakwahnya relevan di era teknologi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.