Tak Mau Ditinggalkan Generasi Muda, Museum Kini Mulai Ubah Cara Bercerita

AKURAT JAKARTA - Museum selama ini identik dengan benda-benda bersejarah yang tersimpan di balik kaca dan ruang pamer yang tenang.
Namun, cara tersebut perlahan mulai berubah.
Sejumlah museum di Indonesia kini mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif agar sejarah tidak terasa jauh bagi generasi muda.
Perubahan itu terlihat di Museum Naskah Proklamasi.
Kisah menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak hanya disampaikan melalui koleksi dan film dokumenter, tetapi juga animasi dengan pendekatan visual yang lebih kekinian.
Pengunjung tidak sekadar melihat benda bersejarah, tetapi diajak memahami cerita dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya Indonesia.
Transformasi museum bukan berarti meninggalkan koleksi asli.
Justru, benda-benda bersejarah tetap menjadi bagian utama yang tidak bisa digantikan.
Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta Paramita Jaya Yiyok T. Herlambang mengatakan kekuatan museum berada pada koleksi dan cara menyampaikannya kepada pengunjung.
"Museum itu kita melihat dari koleksi dan storytelling-nya."
Baca Juga: Status Guru PPPK Mulai Mendapat Titik Terang, Ada Jalan Menuju PNS
Menurutnya, koleksi harus diterjemahkan menjadi pengetahuan dan pemahaman kebangsaan.
Karena itu, teknologi dapat digunakan sebagai pelengkap untuk membuat cerita di balik koleksi lebih mudah dipahami.
Multimedia, virtual reality, hingga immersive room menjadi sejumlah pilihan yang dapat dimanfaatkan museum untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
"Museum jangan dipikir sebagai tempat yang mati. Museum harus hidup. Kalau orang dua atau tiga kali datang lalu bosan, berarti ada yang harus diubah," katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan tantangan museum saat ini bukan hanya menjaga benda bersejarah, tetapi juga menjaga agar masyarakat tetap tertarik untuk datang dan belajar dari sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






