Asyik! Pemprov DKI Gelar 10 Pertunjukan Wayang Orang Bharata Sepanjang 2026, Gratis untuk Umum dengan Kuota Terbatas

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan memastikan kelestarian seni tradisional tetap terjaga di tengah modernitas ibu kota.
Tahun ini, Pemprov DKI menjadwalkan pementasan Wayang Orang Bharata sebanyak 10 kali sepanjang tahun 2026 di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat.
Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rinaldi, menyatakan bahwa pementasan ini akan menjadi agenda rutin bulanan untuk menghibur sekaligus mengedukasi warga.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Terapkan WFA Bagi ASN Usai Libur Lebaran 2026, Ini Waktu dan Aturannya
"Dilaksanakan secara rutin setiap bulannya, dengan total kegiatan pementasan rutin yang direncanakan sebanyak 10 kali sepanjang tahun 2026," ujar Rinaldi pada Minggu (22/3/2026).
Kuota Penonton dan Tiket Gratis
Kabar baik bagi pencinta seni, pertunjukan ini bersifat gratis atau tidak dipungut biaya. Hal ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Paguyuban Wayang Orang Bharata.
Meski gratis, jumlah penonton dibatasi. Jumlah pengunjung dibatasi dan tetap memperhatikan kapasitas gedung.
"Dalam setiap pementasan, kuota penonton yang disediakan yakni sekitar 220 orang, sesuai dengan kapasitas kursi yang tersedia di gedung," tambah Rinaldi.
Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Bayi Rewel di Pesawat, Ternyata Ini Penyebab yang Sering Terjadi!
Komitmen Pelestarian Budaya di Jakarta
Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Dalam Pasal 31 ayat (1), disebutkan bahwa Jakarta memiliki kewenangan khusus untuk memajukan kebudayaan Betawi serta kebudayaan lain yang berkembang di Jakarta.
Sebagai kota multikultural, Jakarta menjadi ruang hidup bagi berbagai seni budaya dari daerah asal masyarakatnya.
Rinaldi menekankan bahwa Pemprov DKI berkomitmen memfasilitasi keragaman tersebut melalui ruang-ruang pertunjukan seni yang dikelola Dinas Kebudayaan.
Sebelumnya, Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata telah sukses menggelar tiga lakon populer, yaitu: Wisanggeni Lahir, Gatutkaca Tundung, dan Bagong Kembar.
Baca Juga: Profil Veda Ega Pratama: Cetak Sejarah! Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium di Moto3 2026
Sinopsis Bagong Kembar
Pementasan "Bagong Kembar" diadakan pada 7 Maret 2026 lalu, berkisah tentang Raja Kerajaan Goa Siluman bernama Prabu Kala Parungga yang sedang jatuh cinta kepada Candrawati, putri dari Prabu Candrakusuma.
Dia berniat menikahi Candarawati. Namun, Dewi Candrawati ternyata akan dinikahkan dengan Bagong.
Prabu Kala Parungga atas bantuan Batara Kala diubah wujudnya menjadi Bagong. Dia yang telah berubah wujud menjadi Bagong Palsu kemudian diterima kedatangannya di Kerajaan Candra Manggala dan akan menikah dengan wanita pujaannya.
Namun, Bagong yang asli datang dan atas keputusan Prabu Candrakusuma, kedua Bagong (Bagong kembar) harus berperang dan pemenangnya adalah calon suami Candrawati.
Dengan adanya jadwal rutin ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses hiburan berkualitas yang sarat akan nilai filosofi budaya nusantara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





