Jangan Asal Unggah! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Boarding Pass yang Dibagikan di Media Sosial

AKURAT JAKARTA - Boarding pass sering kali dianggap hanya sebagai lembar kecil penanda bahwa kita sedang bepergian, dan banyak orang tidak ragu membagikannya di media sosial.
Bahkan, foto boarding pass sering dijadikan simbol status atau momen kebanggaan sebelum berangkat liburan.
Namun, di balik kebiasaan yang tampak sepele ini, ada risiko serius yang tak banyak disadari.
Baca Juga: Kenalan dengan Micro-Tourism, Cara Baru Menjelajahi Keindahan Sekitar Tanpa Menguras Dompet
Unggahan boarding pass di media sosial bisa menjadi celah besar bagi kejahatan digital.
Di dalam boarding pass tersimpan data penting seperti nama lengkap, nomor penerbangan, kode pemesanan (PNR), hingga barcode yang menyimpan akses lebih dalam.
Informasi tersebut, jika jatuh ke tangan yang salah, bisa dimanfaatkan untuk pencurian identitas atau bahkan peretasan akun pribadi.
Baca Juga: Mau Liburan di Tengah Rupiah Melemah? Ini 4 Negara Ramah di Kantong yang Bisa Dikunjungi!
Lebih mengkhawatirkan lagi, barcode atau QR code pada boarding pass bukan hanya dekorasi.
Sejumlah hacker bisa dengan mudah memindainya dan mengakses rincian data perjalanan, paspor, bahkan akun frequent flyer.
Dalam beberapa kasus, hanya dari satu unggahan, pelaku bisa mendapatkan informasi yang memungkinkan mereka mengubah jadwal penerbangan korban atau mencuri poin loyalitas maskapai.
Baca Juga: Jelajahi Kepulauan Seribu Menggunakan Transportasi Umum, Lebih Hemat dan Seru!
Poin miles yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun pun bisa hilang dalam sekejap jika akun maskapai diretas.
Tak hanya itu, pelaku kejahatan juga bisa memantau kapan rumah kamu kosong melalui jadwal perjalanan yang mereka akses, membuka peluang untuk pencurian fisik di rumahmu.
Tak sedikit pula penipu yang memanfaatkan data dari boarding pass untuk menyamar sebagai pihak maskapai dan menghubungi korban secara meyakinkan.
Baca Juga: Baduy Luar Kini Punya Kamar Mandi Umum Setelah 3 Kali Ganti Desain, Ini Keunikannya!
Mereka lalu meminta informasi tambahan yang seharusnya rahasia, dan korban sering kali tak menyadari bahwa mereka tengah ditipu.
Oleh karena itu, sebaiknya pikirkan ulang sebelum memamerkan boarding pass milikmu secara publik.
Lebih aman menyimpan kenangan liburan dalam galeri pribadi, daripada membuka pintu bagi risiko kejahatan digital yang tak terduga. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









