Jakarta

Wagub Rano Optimistis Pembiayaan Bank Jakarta Dorong Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Naik Kelas

Laode Akbar | 1 September 2026, 14:06 WIB
Wagub Rano Optimistis Pembiayaan Bank Jakarta Dorong Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Naik Kelas
Wagub Rano Karno saat menghadiri penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati. - (istimewa)

AKURAT JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, optimistis program pembiayaan yang disalurkan Bank Jakarta dapat memperkuat perekonomian pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Optimisme tersebut disampaikan Rano saat menghadiri penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (1/9/2026).

Program pembiayaan tersebut diberikan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

"Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano.

Baca Juga: Honda Supra X Cross 125 Jadi Andalan Baru Motor Murah Berkualitas, Performa Lincah dan Desain Arogan Cocok untuk Penakluk Jalanan

Menurut Rano, dukungan permodalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sehingga mereka dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Ia pun mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya menjadi langkah konkret dalam mendukung perkembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Selain 100 pedagang yang mengikuti akad kredit massal, Rano menyebut Bank Jakarta sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati dengan nilai mencapai sekitar Rp48 miliar.

Padahal, jumlah pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati mencapai lebih dari 5.000 orang. Rano berharap semakin banyak pedagang yang memanfaatkan akses pembiayaan tersebut untuk mengembangkan usahanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemudahan akses terhadap pembiayaan formal harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan.

Baca Juga: Mahakarya Bebek Trail Tiba! Honda Supra X Cross 125 Hadir Lebih Canggih dari Rival, Ini Fitur Mewah dan Alasan Wajib Masuk Garasi

Menurutnya, pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara sehat agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," tegasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.