Jakarta

BINA Lebaran 2026 Resmi Dibuka Menko Perekonomian: Belanja di Indonesia Aja Targetkan Transaksi Rp 53,38 Triliun

Laode Akbar | 10 Maret 2026, 14:43 WIB
BINA Lebaran 2026 Resmi Dibuka Menko Perekonomian: Belanja di Indonesia Aja Targetkan Transaksi Rp 53,38 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pembukaan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026

AKURAT JAKARTA - Program nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 resmi dibuka di The Foodhall, Senayan City, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).

Program ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong konsumsi domestik selama Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Program BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6–30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan sekitar 80.000 toko di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Prediksi Skor Galatasaray vs Liverpool di UCL, 11 Maret 2026: Ujian Berat The Reds di Rams Park

Berbagai promo dan potongan harga hingga 70 persen ditawarkan untuk berbagai kategori produk seperti fesyen, elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga kuliner. Program ini menargetkan total transaksi mencapai Rp 53,38 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan program tersebut pada momentum hari besar keagamaan.

Menurutnya, sejak awal tahun konsumsi masyarakat mulai menunjukkan peningkatan yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen di level 127, yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

"Pemerintah juga telah mendorong berbagai stimulus pada triwulan pertama, termasuk penyaluran bantuan sosial seperti beras 10 kilogram per bulan dan bantuan minyak goreng selama dua bulan berturut-turut kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sekitar Rp 11,92 triliun," kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus lain seperti diskon tarif transportasi rata-rata sekitar 30 persen, serta mendorong kebijakan work from anywhere agar masyarakat dapat memanfaatkan momentum perjalanan selama periode Ramadhan dan Lebaran.

Baca Juga: Buntut Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Wakil Ketua DPRD DKI Desak Pemprov Benahi Manajemen Sampah

Pemerintah juga telah mengumumkan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mendukung daya beli masyarakat.

Airlangga berharap program BINA Lebaran 2026 dapat meningkatkan transaksi sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama hingga sekitar 5,5 persen di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan Ramadhan dan Lebaran merupakan periode paling penting bagi industri ritel nasional sekaligus penggerak utama konsumsi domestik.

"Melalui program BINA Lebaran 2026, lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan sekitar 80.000 outlet menghadirkan promo menarik dengan potongan harga hingga 70 persen, melibatkan sekitar 800 brand dari berbagai kategori," ujar Budihardjo.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong masyarakat berbelanja di dalam negeri sehingga memperkuat perputaran ekonomi nasional serta memberikan dampak bagi produsen, pemasok, UMKM, hingga tenaga kerja di sektor ritel.

Baca Juga: Toyota Rush GR Sport 2026 Membuka Babak Baru SUV RWD di Indonesia dengan Desain Kokoh, Velg 17 Inci, dan Torsi Andal untuk Petualangan

Budihardjo juga menilai sinergi antara sektor ritel dan pariwisata menjadi faktor penting dalam memperluas dampak ekonomi program ini.

Integrasi BINA dengan gerakan Bangga Berwisata di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan sekaligus mendorong transaksi belanja domestik.

Di sisi lain, Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, menyampaikan kolaborasi dalam BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari komitmen Lazada dalam mendukung penguatan ekonomi domestik melalui transformasi digital.

"Bersama HIPPINDO dan para pemangku kepentingan lainnya, kami mendorong integrasi yang lebih erat antara industri ritel offline dan kanal digital agar momentum Ramadan dan Idulfitri dapat lebih optimal," ujarnya.

Baca Juga: Man City vs Liverpool Jadi Duel Terpanas! Berikut Hasil Drawing Perempat Final Piala FA 2025/2026

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menambahkan tren kunjungan ke pusat perbelanjaan menunjukkan peningkatan sekitar 10–15 persen sejak awal tahun.

Ia memperkirakan puncak penjualan akan terjadi pada akhir pekan hingga minggu berikutnya menjelang masyarakat melakukan perjalanan mudik.

Setelah Lebaran, APPBI juga telah menyiapkan berbagai program lanjutan seperti Indonesia Shopping Festival (ISF) pada Agustus serta World Indonesia Festival (WIG) pada September hingga Oktober 2026.

"Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mengantisipasi periode low season yang cukup panjang sekaligus mendorong perdagangan dalam negeri agar sektor ritel tetap tumbuh dan tidak terlalu bergantung pada dinamika kondisi ekonomi global," tambahnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.