Jakarta

Golkar Harus Waspada Terhadap Gerindra dan PAN yang Dorong Ridwan Kamil ke Pilgub Jakarta, Bisa Jadi Itu Jebakan

Sastra Yudha | 14 Mei 2024, 15:59 WIB
Golkar Harus Waspada Terhadap Gerindra dan PAN yang Dorong Ridwan Kamil ke Pilgub Jakarta, Bisa Jadi Itu Jebakan

AKURAT JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, diminta hati-hati dan jeli dalam memutuskan calon gubernur (Cagub) yang akan diusung dalam Pilkada Jakarta 2024.

Kewaspadaan ini penting terkait maraknya dukungan terhadap kader Golkar yang juga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk maju ke Pilkada Jakarta.

Dirangkum Akurat dari berbagai sumber, dua partai yang gencar menyeret Ridwan Kamil ke Pilgub Jakarta adalah Partai Gerindra dan PAN.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan bahwa partainya sedang mempertimbangkan untuk mengusung Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta.

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor Aceh: 8.142 Jiwa Terdampak, 1.847 Rumah Rusak dan 1 Jembatan Ambruk

"Ya arahnya sudah ke sana (mengusung Riwan Kamil), tapi kan ada beberapa pilihan untuk wakil dan seterusnya. Jadi saya kira itu yang sedang dipikirkan," kata Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Minggu (12/5/2024) lalu.

Muzani menyebut, Partai Gerindra tengah membidik beberapa nama untuk Pilkada Serentak 2024. Beberapa nama sudah disiapkan.

"Jawa Timur sudah selesai, kita akan fokus pada pemenangan Ibu Khofifah. Jawa Tengah, Jawa barat, termasuk DKI Jakarta, kita perlu waktu sedikit untuk mengambil kesimpulan siapa yang akan kita majukan," katanya.

Dukungan terhadap Ridwan Kamil untuk maju di Pilgub DKI Jakarta juga disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas.

Zulhas menyebut, PAN akan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) itu di Pilgub Jakarta.

"RK? RK Insya'allah di Jakarta. Kita akan beriringan dengan Gerindra," ujar Menteri Perdagangan itu di Jakarta pada Jumat (10/5/2024) lalu.

Baca Juga: Begini 12 Kriteria Fasilitas KRIS yang Menggantikan Layanan Sistem Kelas BPJS Kesehatan

Sementara Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai RK lebih berpeluang menang mudah jika maju di Pilgub Jabar.

"Kalau dihitung rata-rata secara umum, kalau RK maju di Jabar, merem saja bisa menang. Mengingat popularitas dan elektabilitas RK paling kuat. Nyaris tak ada lawan tanding yang sepadan," kata Adi kepada wartawan, Jumat (10/5/2024).

Jika maju di Pilgub Jakarta, RK harus kerja keras. Itu pun belum tentu menang. "Kalau RK pada akhirnya direkomendasikan di Jakarta tentu butuh kerja keras," ujarnya.

Sebab, kata Adi, lawan-lawan yang dihadapi di Jakarta potensial punya nama besar, seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hingga Mensos Tri Rismaharini alias Risma.

"Kalau di Jabar RK merem saja bisa menang. Kalau di Jakarta butuh kerja keras," pungkasnya.

Dikabarkan, Gerindra bakal mengusung Dedi Mulyadi, yang merupakan mantan kader Golkar, untuk Pilgub Jabar. Sedangkan PAN akan mengusung Desy Ratnasari atau Bima Arya.

Baca Juga: Layanan Kelas 1,2, dan 3 BPJS Kesehatan Resmi Dihapus, Bagaimana Iuran Terbarunya?

Tanpa Ridwan Kamil, duet Dedi Mulyadi - Bima Arya bisa melenggang mulus di Pilgub Jawa Barat.

Di sinilah letak jebakan itu. Jika salah perhitungan, Golkar bisa kehilangan di Jabar dan Jakarta sekaligus. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.