Jakarta

Generasi Z Penentu Kemenangan Pemilu 2024, Kandidat Harus Pandai Meraih Hatinya

Fadhil Dhuha Rizqullah | 10 September 2023, 14:28 WIB
Generasi Z Penentu Kemenangan Pemilu 2024, Kandidat Harus Pandai Meraih Hatinya

AKURAT.CO - Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak akan dilaksanakan pada Februari 2024 mendatang. Ini merupakan Pileg dan Pilpres serentak pertama di Indonesia. 

Pemilu adalah salah satu tonggak demokrasi dalam negara demokratis seperti Indonesia.

Kini perhatian kita tertuju pada peran Generasi Z sebagai pemilih. Karena jumlahnya yang sangat signifikan.

Data KPU menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pemilih berada dalam kelompok usia Generasi Z dan Milenial (17-39 tahun). Ini setara dengan 114 juta pemilih. 

Baca Juga: Polres Jaksel Amankan 10 Orang yang Hendak Tawuran di Jalan Rawajati Pancoran

Dengan jumlah yang begitu besar, peran Generasi Z dalam Pemilu 2024 akan sangat signifikan dan cukup menentukan.

Mereka memiliki peran kunci dalam Pemilu 2024.

Generasi Z lahir antara 1996 dan 2009, dan mereka sangat terhubung dengan media sosial dan teknologi. 

Mereka terbiasa dengan akses cepat terhadap informasi, terutama melalui internet.

Partisipasi politik Generasi Z menjadi fokus utama bagi para kandidat. 

Kemampuan mereka untuk mengakses beragam isu secara cepat melalui media sosial telah mengubah cara politik dilakukan. 

Baca Juga: Atasi Polusi dan Kemacetan, DPRD DKI Usul Pembatasan Kepemilikan Kendaraan Pribadi

Namun, mereka juga memiliki karakteristik unik yang perlu diperhatikan, seperti ketertarikan pada teknologi digital, fleksibilitas, dan toleransi terhadap perbedaan.

Partai politik perlu menyesuaikan strategi dan komunikasi mereka untuk tetap relevan dengan Generasi Z. 

Platform digital seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dan TikTok adalah alat yang efektif untuk berkomunikasi dengan generasi ini.

Generasi Z menghabiskan sekitar 8,5 jam per hari di internet, sehingga pesan politik melalui kampanye online sangat relevan bagi mereka. 

Partai politik yang tidak mengikuti perkembangan ini berisiko kehilangan dukungan Generasi Z.

Namun, akses yang luas terhadap informasi juga memerlukan pemahaman teknologi yang baik.

Baca Juga: Tips Mencegah dan Mengatasi Flexing

Oleh karena itu, pendidikan mengenai media informasi dan literasi digital menjadi penting agar Generasi Z, agar dapat membuat pilihan yang bijak dalam Pemilu.

Dalam era digital, pembukaan diskusi dan pemahaman terhadap opini di media sosial juga harus ditekankan untuk menciptakan lingkungan diskusi yang sehat. 

Generasi Z akan terus berperan dalam proses demokrasi Indonesia, dan perhatian pada mereka adalah kunci untuk menjaga demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.