Mahfud MD Sebut Tak Lagi Percaya Dengan Politik Jokowi: Permainan Mulyono Semakin Parah

AKURAT JAKARTA - Mahfud MD baru-baru ini ungkap kekecewaannya pada Presiden Joko Widodo.
Mantan Menkopolhukam tersebut secara blak-blakan mengatakan tak lagi percaya pada politik Jokowi.
Kritikan keras itu ia lontarkan saat menghadiri podcast Akbar Faisal dan menganggap permainan Mulyono alias Jokowi sudah kelewat batas.
Baca Juga: Roy Suryo Sindir Budi Arie Konyol Usai Beri Klarifikasi Untuk Keluarga Jokowi
Upaya pemulusan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dalam gelaran Pilpres 2024 serta dorongan Kaesang Pangarep untuk maju Pilkada menjadi salah satu faktor ketidakpercayaan tersebut.
Mahfud MD mengatakan bahwa permainan hukum terkait batas usia Presiden-Wapres yang disahkan MK, hingga gugatan batas usia calon Gubernur yang diajukan ke Mahkamah Agung adalah bentuk cawe-cawe dari Presiden Joko Widodo.
"Iya sudah karena ini sudah keterlaluan, keputusan MK terakhir tentang siapa yang menang siapa yang kalah. Begitu diumumkan kita kalah saya sendiri wah ini udah gak bisa dalam hati" kata Mahfud dikutip podcast Akbar Faisal.
Baca Juga: Diduga Karena Postingan Ini, Netizen Heboh Soal Pemilik Akun Fufufafa Adalah Gibran, Benarkah?
Mahfud kemudian turut membandingkan pemerintahan presiden terdahulu yang tak pernah memperkosa UU.
"Oh gak pernah, Dizaman Gus Dur sejak reformasi, UU pemilu itukan zaman pak Habibi oh itu sangat demokratis. Zaman Gus Dur enggak pernah mainkan UU. Membuat UU apa atau mencabut UU apa hanya untuk meloloskan keinganan politik Gus Dur. Pak SBY juga sama. Bu Mega juga enggak pernah melakukan hal-hal seperti itu, kalau dalam rangka UU," sambungnya.
Menurutnya, upaya-upaya yang dilakukan Jokowi tersebut sudah diluar batas.
"Ini rupanya secara politik ya, pak Mulyono (Jokowi) itu semakin parah permainannya" kritiknya.
Baca Juga: Investigasi Netizen Berlanjut, 2.100 Unggahan Akun Kaskus Fufufafa Dihapus, Panik?
Kendati demikian, Mahfud MD mengaku sudah memperingatkan presiden ke 7 itu untuk tak bermain-main dengan hukum.
"Sesudah itu saya ingatkan jangan main-main dengan hukum". tegasnya.
Dalam podcastnya, Mahfud kemudian menyebut bahwa kritik yang dilakukannya bukan karena tak terima dengan hasil pilpres.
Namun semata-mata ia lakukan sebagai warga negara yang melihat adanya kekacauan dalam pemerintahan Indonesia.
"Saya sudah nyatakan saya sudah kalah" kata Mahfud.
“Ini sudah parah, sehingga saya meningkatkan tensi saya. Saya ini harus lebih blak-blakan bahwa ini permainan. Permainan yang menjadi pergunjingan orang tapi pura-pura nggak didengar,” tungkas Mahfud dalam Podcast Akbar Faisal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


