Maju di Pilkada DKI, Pramono Minta Mundur dari Sekretaris Kabinet ke Jokowi dan Megawati

AKURAT JAKARTA - Bakal calon gubernur (bacagub) DKI Jakarta Pramono Anung mengomentari terkait pengunduran dirinya dari Sekretaris Kabinet usai maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Pram, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dirinya akan meminta mundur dari Sekretaris Kabinet kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kalau pertanyaannya apakah ingin mundur atau tidak, tentunya saya akan dengan Ibu Mega dan dengan Presiden saya akan bicara," ujar Pram kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Baca Juga: DAFTAR LENGKAP! 43 Wilayah Ini Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024, KPU Lakukan Langkah Antisipasi
Pram menjelaskan,menurut undang-undang terkait, yang harus mundur secara langsung usai maju di Pilkada adalah mereka yang termasuk sebagai TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negera (ASN).
"Jadi saya sudah berbicara dengan Presiden. Undang-undang mengatur secara rinci dan detail mengenai hal ini. Yang diminta langsung ngundur itu adalah TNI, Polri, dan ASN,"
Diketahui, TNI, Polri dan ASN wajib mundur jika tergabung mengikuti ajang Pilkada seperti tertuang dalam Pasal 7 ayat (2) huruf t Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota atau UU Pilkada.
Baca Juga: Camilan Weekend yang Nikmat untuk Keluarga, Berikut Resep Lumpia Udang Kulit Tahu Lengkah dengan Sambal Cuka
Kemudian, ia menjelaskan bahwa terkait mundurnya pejabat negara seperti dirinya itu tergantung dari keinginannya masing-masing.
"Saya sebenarnya secara pribadi sudah berkali-kali ingin mengajukan mundur. Tetapi kan tentu untuk bisa mundur atau tidak itu tergantung dari Presiden," tuturnya.
Namun ia menegaskan, selama belum ada keputusan untuk diizinkan mundur, dirinya akan terus bekerja secara biasa dan profesional.
Baca Juga: Cegah Penularan Mpox, Bandara Soetta Bakal Terapkan e-HAC Covid-19
"Saya tidak akan menggunakan waktu bekerja untuk sebagai Menteri Sekretaris Kabinet. Di luar itu saya pasti akan bekerja tetap secara profesional," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pramono Anung mengaku sudah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pencalonan sebagai kontestan di Pilkada Jakarta 2024.
"Karena saya ini masih berada di dalam kabinet, saya minta izin secara khusus kepada bapak Presiden dan Presiden memberikan izin," kata Pramono di kantor KPU DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2024).
Ia menegaskan, Presiden Jokowi sudah memberikan lampu hijau kepada dirinya untuk berlaga dalam Pilkada Jakarta 2024. Bahkan, Presiden Jokowi ikut mendorong pencalonan dirinya sebagai calon gubernur Jakarta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







