Daihatsu Espass 2026 Akan Kembali dengan Garis Bodi Segar dan Sentuhan Desain Modern yang Stylish Mirip Alphard

AKURAT JAKARTA - Pasar mobil keluarga di Indonesia selalu dinamis, dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Di tengah dominasi MPV konvensional, Daihatsu kembali menghadirkan sebuah nama legendaris yang pernah begitu populer di era 90-an: Espass.
Kehadirannya di tahun 2026 bukan sekadar nostalgia, melainkan strategi nyata untuk mengisi celah pasar yang selama ini kosong.
Dengan harga terjangkau, desain segar, dan fitur khas pintu geser, Espass Reborn langsung mencuri perhatian.
Desain EspHard: Aura Premium di Kelas Terjangkau
Salah satu daya tarik terbesar Espass 2026 adalah konsep desain yang disebut EspHard. Gril depan vertikal besar memberi kesan mewah yang mengingatkan pada Toyota Alphard, meski harga mobil ini berada jauh di bawah kelas premium.
Sentuhan modern ini membuat Espass tampil berbeda dari mobil keluarga Rp150 jutaan kebanyakan. Aura stylish yang ditawarkan menjadi nilai jual utama, terutama bagi konsumen muda yang ingin tampil beda tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Pintu Geser: Identitas yang Tetap Dipertahankan
Espass sejak awal dikenal dengan pintu geser yang praktis. Di versi terbaru, ciri khas ini tetap dipertahankan.
Bagi keluarga yang sering beraktivitas di area parkir sempit atau pelaku usaha di pasar tradisional, pintu geser jelas lebih fungsional dibanding pintu konvensional.
Di daerah padat seperti Madura, fitur ini menjadi solusi nyata untuk mobilitas sehari-hari. Tidak heran banyak konsumen lama menunggu kembalinya Espass dengan pintu geser yang ikonik.
Mesin 1.3L Dual VVT-i: Irit dan Andal
Daihatsu membekali Espass 2026 dengan mesin bensin 1.3L Dual VVT-i. Mesin ini dikenal hemat bahan bakar sekaligus tangguh untuk pemakaian harian.
Dengan performa yang stabil di lalu lintas padat dan iklim tropis, Espass mampu menjawab kebutuhan ganda: kendaraan keluarga di akhir pekan sekaligus armada usaha di hari kerja.
Efisiensi dan ketahanan mesin menjadi alasan kuat mengapa Espass relevan di segmen ini.
Harga Kompetitif: Rp158–170 Juta OTR
Strategi harga Daihatsu cukup agresif. Varian standar dibuka di Rp158 juta OTR, sementara varian tertinggi diperkirakan sekitar Rp170 juta.
Posisi harga ini membuat Espass lebih dekat ke segmen Gran Max Penumpang, namun dengan rasa yang lebih modern.
Bagi keluarga muda maupun UMKM, banderol ini terasa logis dibanding membeli mobil bekas dengan risiko perawatan lebih tinggi.
Isu Varian Listrik: Masih Tahap Konsep
Daihatsu sempat memamerkan konsep Espass Vision F versi listrik. Namun untuk saat ini, varian yang dijual massal tetap menggunakan mesin bensin.
Fokus utama Espass 2026 adalah keterjangkauan harga dan kemudahan perawatan. Konsumen tidak perlu khawatir, karena varian listrik masih sebatas konsep pameran dan belum masuk tahap produksi.
Relevansi untuk Keluarga dan UMKM
Espass Reborn bukan hanya nostalgia, tetapi solusi nyata bagi dua segmen sekaligus. Kabin lega, pintu geser praktis, dan biaya kepemilikan yang ramah membuatnya cocok untuk keluarga muda.
Di sisi lain, pelaku UMKM melihat Espass sebagai kendaraan serbaguna yang bisa dipakai usaha sekaligus mobil keluarga.
Kombinasi ini menjadikan Espass 2026 alternatif logis di pasar mobil baru dengan harga Rp150 jutaan.
Ringkasan Spesifikasi Utama
- Mesin: 1.3L Dual VVT-i
- Pintu: Sliding Door
- Konsep Desain: EspHard
- Status Rilis: Resmi dijual di dealer Daihatsu seluruh Indonesia
- Varian EV: Masih berupa konsep Vision F
- Harga OTR: Rp158 juta (standar) hingga Rp170 juta (varian tertinggi)
Daihatsu Espass 2026 hadir sebagai jawaban bagi konsumen yang menginginkan mobil baru, praktis, dan berbeda di kelas harga Rp150 jutaan.
Dengan desain segar ala Alphard, pintu geser yang fungsional, serta mesin irit dan tangguh, Espass Reborn terasa relevan untuk kebutuhan keluarga maupun usaha kecil.
Kehadirannya menegaskan bahwa mobil legendaris bisa kembali dengan wajah modern, tanpa kehilangan identitas yang membuatnya dicintai sejak dulu.**
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









