Waduh, Piala Dunia 2026 Makan Korban, Hugo Broos Jadi Pelatih Ke-15

AKURAT JAKARTA - Tekanan tinggi di ajang Piala Dunia 2026 kembali memakan korban di kursi kepelatihan, terakhir juru taktik asal Belgia, Hugo Broos (74).
Dia resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pelatih kepala tim nasional Afrika Selatan.
Keputusan ini menjadikannya pelatih ke-15 yang meletakkan jabatan selama turnamen akbar ini berlangsung.
Kendati mundur, Broos menuntaskan tugasnya dengan torehan tinta emas, ia sukses mengukir sejarah baru dengan membawa skuad "Bafana Bafana" menembus babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Langkah bersejarah Afrika Selatan terhenti di babak 32 besar setelah takluk secara dramatis akibat gol di menit-menit akhir dari Kanada.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri masa bakti lima tahun Broos di kursi kepelatihan timnas Afrika Selatan. Broos juga mencatatkan rekor personal sebagai pelatih tertua yang mendampingi tim di fase gugur Piala Dunia pada usia 74 tahun 79 hari.
Meski memastikan keputusannya untuk pensiun sebagai pelatih kepala bersifat final dan tidak bisa diubah, Broos tidak menutup kemungkinan untuk tetap andil di dunia sepak bola.
Dia membuka ruang untuk mengambil peran baru di belakang layar, seperti penasihat teknis atau pencari bakat (scout).
"Apakah saya akan melanjutkan karier sebagai pelatih? Tidak, ini sudah irreversible (tidak bisa diubah). Jika mereka membutuhkan saya untuk hal lain, mungkin sebagai pemandu bakat, itu cerita lain. Namun, sepak bola tidak akan lagi menyita hidup saya 24 jam sehari," ujar Broos.
Gugurnya Broos menambah panjang daftar pelatih top yang harus menyudahi masa baktinya di Piala Dunia 2026.
Dari total 48 tim peserta, sekitar sepertiga kontestan kini harus berburu nakhoda baru akibat pemecatan, pengunduran diri, maupun habisnya masa kontrak kerja.
Sebelum Broos, sejumlah nama besar di dunia kepelatihan juga telah dipastikan hengkang, termasuk Javier Aguirre (Meksiko), Roberto Martínez (Portugal), Julian Nagelsmann (Jerman), Ronald Koeman (Belanda).
Zlatko Dalić (Kroasia), Marcelo Bielsa (Uruguay), hingga Hervé Renard (Tunisia). Fenomena ini menjadi bukti nyata besarnya ekspektasi dan kejamnya panggung Piala Dunia bagi para pelatih papan atas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







